Showing posts with label alatkuliner. Show all posts
Showing posts with label alatkuliner. Show all posts

Tuesday, 15 May 2007

Cooking stuff.......again?!?!?!




Judul aslinya sih "perempuan berhati baja" dalam artian berani dan siap untuk diledek. Gimana nggak disebut berani diledek, wong sudah punya rice cooker tapi tetap saja silap mata. Nggak bisa ngelihat rice cooker ini nganggur jadi pajangan di toko. Harga sekitar 7 Euro. Enteng karena terbuat dari plastik tahan panas. Rice cooker yang bisa masak nasi selama 7,5 menit dengan cuma memasukkannya ke magnetron (microwave). Bisa juga untuk masak sayur, tinggal kasih air 2-3 sendok air dan masukin 250 gram sayur kemudian pencet tombol microwave angka 3 atau 4 dan dalam 3-4 menit sudah mateng sayurnya. Aku sudah test, rasa sayurnya lebih enak daripada kalau direbus. Yang jelas vitaminnya nggak hilang. Halah alasan.....Dasar...dasar silap mata.


Tapi ada konsekuensinya beli rice cooker ini. Harus siap diledek. Untuk mempersiapkan diri, setelah bayar di kasa, aku sms Leo kalau aku nggak tahan untuk nggak beli cooking stuff. Aku nggak bilang kalau cooking stuff yang aku beli kali ini adalah rice cooker. Sampai di rumah, aku e-mail dia ke kantornya untuk memberi tahu hal yang sama (soalnya aku belum dapat komentar "miring" dari dia. Jadi mungkin dia belum sempat baca sms ku). Nggak berapa lama, aku dapat jawaban lewat e-mail:


"It's impossible...... kamu kan sudah punya banyak cooking stuffs kan?"


Aku nggak jawab e-mailnya. Tapi begitu dia pulang, hal pertama yang dia lihat dan amati adalah rice cooker baru. Mungkin saja dia sebetulnya "mengagumi" kepandaianku memilih barang, cuma nggak ngomong saja. Dan seperti biasa sambil mengamati barang baru........dia senyum-senyum menyebalkan, wis njelehi tenan pokoknya.


"So....cooking stuff again? New stuff again?" sambil tetap melanjutkan senyumannya. Ih nyebelin deh, soalnya senyuman tersebut paling tidak punya 3 arti yaitu:


1. Kan sudah punya rice cooker, kok beli lagi? (Jawab Sri dalam hati: kan yang ini lain)


2.  Terus mau disimpan dimana? (Jawab Sri dalam hati: yah....nanti dicarilah tempatnya. Wong ya cuma kecil gitu lho, kan bisa diselipin dimana gitu....halah alasan)


3. Setelah ini beli cooking stuff apa lagi? (Jawab Sri dalam hati: itu sih tergantung uang yang bisa dikucurkan oleh penyandang dana alias donatur yang dalam hal ini Meneer Leo)


Memang dia nggak ngomong apa-apa, tapi senyumannya malah terasa lebih "menusuk" daripada kata-kata.


Tanpa menunggu komando, aku sudah menyiapkan alasan mengapa beli rice cooker tersebut:


"Siapa tahu kita piknik dan nginep dimana gitu, kayak di apartemen atau bungalow. Jadi kan bisa masak nasi atau pasta, atau kentang atau sayur. Lihat saja petunjuknya bisa untuk masak apa saja"


"Lho kan tidak semua apartemen kayak gitu nyediain microwave"


"Ya cari yang nyediain microwave dong" Ada aja alasannya....he...he...he....


Setelah itu dia harus melakukan hal lainnya yang kelihatannya cukup urgent dan aku juga sibuk untuk mempersiapkan makan malam.


Ketika makan malam, Leo nggak tahan lagi untuk nggak nanya:


"Setelah ini, kamu sudah lengkap dong peralatan masakmu?"


"Ya belum.......kalau dibandingin bloggers lain sih peralatan yang kita punya masih belum ada apa-apanya. Kan kita cuma punya cetakan bolu kukus sama loyang persegi dan loyang bulet.  Belum punya cetakan putu mayang, cetakan pukis, cetakan serabi, cetakan ......."


Pokoknya aku sebut satu-satu semua peralatan dapur, loyang dan cetakan yang belum aku punya. Leo sampai bingung geleng-geleng kepala mendengarkanku mengabsen semua peralatan masak yang belum aku punya. Mungkin dalam hati dia bilang:


"O....begini to kalau punya istri orang Indonesia...."

Cooking stuff.......again?!?!?!




Judul aslinya sih "perempuan berhati baja" dalam artian berani dan siap untuk diledek. Gimana nggak disebut berani diledek, wong sudah punya rice cooker tapi tetap saja silap mata. Nggak bisa ngelihat rice cooker ini nganggur jadi pajangan di toko. Harga sekitar 7 Euro. Enteng karena terbuat dari plastik tahan panas. Rice cooker yang bisa masak nasi selama 7,5 menit dengan cuma memasukkannya ke magnetron (microwave). Bisa juga untuk masak sayur, tinggal kasih air 2-3 sendok air dan masukin 250 gram sayur kemudian pencet tombol microwave angka 3 atau 4 dan dalam 3-4 menit sudah mateng sayurnya. Aku sudah test, rasa sayurnya lebih enak daripada kalau direbus. Yang jelas vitaminnya nggak hilang. Halah alasan.....Dasar...dasar silap mata.


Tapi ada konsekuensinya beli rice cooker ini. Harus siap diledek. Untuk mempersiapkan diri, setelah bayar di kasa, aku sms Leo kalau aku nggak tahan untuk nggak beli cooking stuff. Aku nggak bilang kalau cooking stuff yang aku beli kali ini adalah rice cooker. Sampai di rumah, aku e-mail dia ke kantornya untuk memberi tahu hal yang sama (soalnya aku belum dapat komentar "miring" dari dia. Jadi mungkin dia belum sempat baca sms ku). Nggak berapa lama, aku dapat jawaban lewat e-mail:


"It's impossible...... kamu kan sudah punya banyak cooking stuffs kan?"


Aku nggak jawab e-mailnya. Tapi begitu dia pulang, hal pertama yang dia lihat dan amati adalah rice cooker baru. Mungkin saja dia sebetulnya "mengagumi" kepandaianku memilih barang, cuma nggak ngomong saja. Dan seperti biasa sambil mengamati barang baru........dia senyum-senyum menyebalkan, wis njelehi tenan pokoknya.


"So....cooking stuff again? New stuff again?" sambil tetap melanjutkan senyumannya. Ih nyebelin deh, soalnya senyuman tersebut paling tidak punya 3 arti yaitu:


1. Kan sudah punya rice cooker, kok beli lagi? (Jawab Sri dalam hati: kan yang ini lain)


2.  Terus mau disimpan dimana? (Jawab Sri dalam hati: yah....nanti dicarilah tempatnya. Wong ya cuma kecil gitu lho, kan bisa diselipin dimana gitu....halah alasan)


3. Setelah ini beli cooking stuff apa lagi? (Jawab Sri dalam hati: itu sih tergantung uang yang bisa dikucurkan oleh penyandang dana alias donatur yang dalam hal ini Meneer Leo)


Memang dia nggak ngomong apa-apa, tapi senyumannya malah terasa lebih "menusuk" daripada kata-kata.


Tanpa menunggu komando, aku sudah menyiapkan alasan mengapa beli rice cooker tersebut:


"Siapa tahu kita piknik dan nginep dimana gitu, kayak di apartemen atau bungalow. Jadi kan bisa masak nasi atau pasta, atau kentang atau sayur. Lihat saja petunjuknya bisa untuk masak apa saja"


"Lho kan tidak semua apartemen kayak gitu nyediain microwave"


"Ya cari yang nyediain microwave dong" Ada aja alasannya....he...he...he....


Setelah itu dia harus melakukan hal lainnya yang kelihatannya cukup urgent dan aku juga sibuk untuk mempersiapkan makan malam.


Ketika makan malam, Leo nggak tahan lagi untuk nggak nanya:


"Setelah ini, kamu sudah lengkap dong peralatan masakmu?"


"Ya belum.......kalau dibandingin bloggers lain sih peralatan yang kita punya masih belum ada apa-apanya. Kan kita cuma punya cetakan bolu kukus sama loyang persegi dan loyang bulet.  Belum punya cetakan putu mayang, cetakan pukis, cetakan serabi, cetakan ......."


Pokoknya aku sebut satu-satu semua peralatan dapur, loyang dan cetakan yang belum aku punya. Leo sampai bingung geleng-geleng kepala mendengarkanku mengabsen semua peralatan masak yang belum aku punya. Mungkin dalam hati dia bilang:


"O....begini to kalau punya istri orang Indonesia...."

Friday, 13 April 2007

Foodprocessor - Multisystem keukenmachine: Alat ngrajang brambang

http://www.allesover-keukens.nl/pg/Producten/Foodprocessor/Multisystem+keukenmachine
Waktu itu pak Yanuar nanya alat ngrajang brambang yang kami gunakan kayak apa, kok Leo bisa bikin rajangan brambang sangat tipis dan bagus. Banyak lagi porsinya. Aku sudah foto-in tapi kebetulan nggak tahu kenapa nggak bisa di up load.

Tapi paling enggak, bisa dilihat alatnya seperti pada link tersebut di atas. Food processor ini merk Braun. Awalnya kami beli karena kami nggak punya blender, padahal kan perlu tuh bikin bumbu halus segala. Belum lagi butuh bikin sambel.

Akhirnya kami beli alat ini. Dikirain isinya cuma blender doang, soalnya waktu itu kami cuma terfokus pada gelas blender yang dipajang. Gelas blendernya nggak gitu gede, cocoklah buat kami kalau cuma mau bikin bumbu atau jus. Tapi ternyata baru tahu kalau ada berbagai macam alat lainnya dalam satu set tersebut. Makanya bengong waktu pelayan tokonya ngeluarin kotak lumayan gede dan cukup berat dari gudang berupa satu set keukenmachine (kitchen mechine atau food processor) ini.

Isinya macem-macem. Ada alat untuk ngocok telur kalau mau bikin cake dan roti, ada alat untuk merajang berbagai macam (kentang untuk french fries, timun, menyerut wortel secara kasar untuk bikin salad dsb). Dan ternyata salah satu pisaunya bisa juga untuk ngrajang brambang. Cepet banget, 1 menit bisa untuk ngrajang sekilo. Bahkan ada juga pisau untuk memarut kelapa.

Tapi terus terang aku belum pernah memaksimalkan penggunaan alat ini. Lha gimana, wong penduduk di rumah cuma dua orang, jadi pake alat ini kalau betul-betul butuh misalnya untuk ngrajang brambang, bikin bumbu pecel kering. Pokoknya untuk bikin porsi gede.

Semoga info ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Ups....lupa, aku bukan pegawai pemasaran Braun lho ya. Nggak dapat komisi walaupun sudah promosiin alat mereka.