Showing posts with label keukenhof. Show all posts
Showing posts with label keukenhof. Show all posts

Sunday, 11 May 2008

Jalan bareng Dyah dan Ekani ke Keukenhof




Begini nih kelakuan ibu-ibu kalau jalan bareng ninggalin bapak-bapak untuk jaga rumah. Kebetulan cuaca kemarin luar biasa bagusnya. Ekani, Dyah dan aku main bareng ke Keukenhof.

Aku selalu kagum dengan bunga-bunga yang ditanam di sana. Luar biasa indahnya. Ciptaan Tuhan memang tidak terkira cantiknya...

Monday, 9 April 2007

Keindahan suatu kemewahan?

Ketika aku mengirim beberapa foto-foto yang kami ambil dari Keukenhof kepada teman-teman kami di Indonesia, ada beberapa komentar mereka yang cukup menggelitik. Misalnya:


"Mbak ternyata di belande bagus banget ya! tidak seperti di jakarta setiap hari macet dan polusi terus, coba jakarta seperti di belande asik kali ye....!" 


Kebetulan memang temanku ini belum pernah ke luar negeri. Yang dia tahu cuma desanya yang terletak di pelosok Wonogiri dan Jakarta (tempat dia sekarang bekerja). Di Jakarta dia betul-betul merasa sumpek karena polusi dan kemacetan yang luar biasa. Dia tidak mungkin kembali ke desa karena di desanya tidak ada lapangan kerja baginya. Dia harus mengadu nasib di kota, diawali dengan menjadi office boy dan karena dia tekun bekerja sambil sekolah (apalagi dia sangat jujur), dia sekarang diangkat menjadi tenaga administrasi di sebuah LSM di Jakarta. 


Begitu aku kirimi dia foto-foto tulips, itulah komentarnya. Kapan Jakarta bisa menjadi asri, bebas dari macet dan polusi.


Ada teman lain yang berkomentar: 


"Ya..ampun Mbak Sri... Keren bangetzzz, kalo ngeliat taman kayak gitu bisa lupa tuh di dunia masih banyak orang nembakin sesamanya, diinjak-injak harkatnya....karena Tuhan sebenarnya menciptakan begitu banyak keindahan yang dirusak sendiri oleh manusia... Aduhh..jadi permenungan sendiri deh......"


Komentar ini dilemparkan oleh seorang yang bekerja di sebuah LSM internasional di Jakarta. Yang aku tahu, pergi ke luar negeri tidak asing bagi dia. Tapi pekerjaan pokoknya tetap sama: mengurus isue-isue human rights dan women rights.

 

Dari kedua komentar tersebut baik dilempar oleh seorang desa yang sumpek dengan kehidupan kota metropolitan yang tidak ramah ataupun dilempar oleh seseorang yang bekerja di sebuah lembaga internasional, intinya menurutku tetap sama: suatu impian menghendaki perbaikan.

 

Keindahan ternyata sudah merupakan suatu kemewahan. Kapan negaraku akan bersih (dari polusi dan korupsi), bebas dari kekerasan (baik ekonomi maupun fisik), dan indah asri tanpa pengrusakan lingkungan yang gila-gilaan.