Saturday, 26 July 2008

Kebagian award....

Waktu buka MP kok tiba-tiba ada PM yang mengatakan kalau aku dapat award...perasaan semalam aku nggak mimpi apa-apa (wong penginnya mimpi jadi orang kaya saja belum juga kesampaian. hi...hi...hi....). Ini award diberikan oleh bu Elisa. Terimakasih ya, bu...saya terima awardnya dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Nah sekarang harus memberikan award ini kepada 5 orang lainnya. Lha ya terus terang ya susah milihnya, wong semua kontak pada umumnya pada kreatip semua. Masak iya, harus merekruit tim khusus supaya ada estafet. Tapi inilah yang memperoleh award tersebut:

 

1. Fitri, emaknya Nisa 

 

2. Ienas 

 

3. Haley

 

4. Linda

 

5. Sulis

 

Ini ibu-ibu syarat dan ketentuan yang berlaku:

 

1. The winner may put the logo on his/her blog

2. Put a link to the person you got the award from
3. Nominate 5 blogs
4. Put links to the blogs
5. Leave a message for your nominees award

 

Selamat ibu-ibu…..anda memang kreatif....

 

Bertandang ke tempat tetangga




Sebetulnya aku sungkan mau posting ini karena blio sedang mendapat cobaan (kakak buurvouw ini hari ini baru saja meninggal. Padahal kemarin baru saja kami ngomongin tentang penyakit kakak beliau. Semoga kakak sekarang sudah tenang dan damai ya say). Ternyata blio malah sms disuruh posting saja. Akhirnya aku posting juga.

Buurvouw (tetangga) satu ini menganggap dirinya tetangga, tapi kalau mau bertandang ke rumahnya harus perjuangan karena untuk ukuran tetangga, rumahnya jauh. Dari rumahku harus jalan ke halte bis dulu, terus naik bis, terus naik metro, terus ganti metro, terus naik kereta, terus naik tram.

Tapi kopdaran pertama kali ini ini, aku malah nggak ke rumah blio (wong nggak sempat). Aku dijemput di stasiun Den Haag Hollands Spoor. Blio bawa Glenn dan Gladys, putra putri yang manis-manis. Kemudian kami ke toko Asia.

Dari toko Asia, aku diajak ke makan siang dulu (kayaknya blio khawatir kalau aku pingsan kali yé kalau nggak diisi dulu....he...he...he....makasih ya say atas traktirannya). Restaurantnya terletak di Rosarium park. Setelah itu kami ke taman bunga. Alhamdulillah hari itu cerah sekali, jadi bisa bikin foto.

Ternyata di situ banyak juga pasangan pengantin yang mau foto-foto di park. Cuma mereka pake fotografer profesional, bukan kayak kami yang pake kamera sakut.

Setelah foto-foto di park, kami mengantar anak-anak ke speeltuin yang letaknya di situ juga.

Makasih ya, buurvrouw sudah mau menerimaku dengan ramah. Semoga lain waktu kita bisa jalan-jalan lagi.....

Oh ya, hobby foto norak di depan stasiun nggak terlaksana. Lha nggak ada waktu....lain kali pengin potret di depan stasiun Den Haag Hollands Spoor dan Den Haag Centraal.....hi...hi...hi...

Ini nih foto-foto kemarin.....

Wednesday, 23 July 2008

Membuat lontong, mudah, praktis, relatif cepat (nggak pake susah)


Ini kotak berasnya. Di dalamnya ada 2 kantong plastik isi beras.

Waktu itu aku ditanya Ekani, Dyah dan Sufi bagaimana cara membuat lontong yang gampang. Aku biasanya pake beras merk Lassie Toverijst yang builtjes. Dalam 1 kotak ada 2 kantong plastik berisi beras yang kantongnya sudah dilobang-lobangi oleh pabriknya.

Cara: Tinggal direbus saja (masukkan bersama plastik-plastiknya) selama 1,5 sd 2 jam. Setelah itu diangkat dan didinginkan. Ditanggung lontongnya empuk, gempi dan menul-menul.

Cara praktis ini diajarkan oleh temanku yang waktu itu sekolah di Jerman. Dia biasa bikin lontong dengan cara itu. Kebetulan di Belanda aku bisa cari beras yang sudah diplastik kayak gitu. Sebenarnya sih beras ini ditujukan untuk dimasak sebagai nasi (katanya disuruh masak selama 10 menit kemudian jadi nasi). Tapi, aku malah nggak pernah masak nasi dari beras ini.

So, bagi pemalas kayak aku, cara ini sangat praktis. Hasilnya juga bagus empuk menul-menul. Aku pernah beli beras dalam kantong plastik kayak gini di toko Asia, tapi hasilnya menurutku kurang maksimal.

Apakah cara ini sehat atau enggak? Lha kan makan lontong belum tentu sebulan sekali (halah alasan!!!!!). Kalau rasa sih yang dibungkus daun pasti lebih enak dan harum. Mungkin kalau dikasih daun pandan bisa harum juga kali ya lontongnya.

Ayo bikin lontong terus dimakan sama sayur lodeh atau sambel godog.....nyam....nyam....

Oh ya, ini bukan promosi, soalnya aku juga nggak dapat komisi dari Lassie...

Sambel Godog


Description:
Untuk MFM#17 yang bertemakan sayur hijau ini aku nyetor Sambel Godog. Ini nyontek Nining yang piawai bikin masakan Betawi. Maturnuwun yo Ning.

Rasanya menurutku enak. Kebetulan Sufi dan Ekani mau diajak rame-rame makan sayur ini. Jadi rasanya lebih nikmat. Pokoknya mantap deh dimakan pake lontong maupun nasi anget (jadi pengin cepet lebaran nih...).

Aku menggunakan bahan-bahan yang tersedia. Misalnya aku ganti brambang (bawang merah) dengan red onion (wong brambang sedang mahal. Londo sedang krisis brambang). Pokoknya modifikasi sesuai ketersediaan bahan. Resep asli ada di sini

Terimakasih untuk bu Dyah yang sudah mengorganisir penyelenggaraan MFM#17 ini....

Ingredients:
2 genggam buncis (buang ujungnya dan potong-potong)
1 buah (340 gram) tahu (potong-potong dan goreng setengah matang)
5 telur rebus (bisa digoreng setelah direbus)
2 batang sereh, geprek
1 ruas lengkuas, geprek
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
50 gram red onion, rajang tipis
1/2 buah kaldu blok
200 ml air
400 ml coconut cream (yang kuentel banget) campur dengan 300 ml air
Garam dan gula secukupnya
Minyak untuk menumis

Bumbu halus:

10 buah cabe merah
50 gram red onion
8 bawang putih
1 cm jahe
30 gram ebi (direndam dalam air panas supaya empuk)

Directions:
1. Tumis red onion sampai harum

2. Masukkan bumbu halus, sereh, daun jeruk, lengkuas, daun salam dan tumis sampai harum dan matang. Tambahkan garam dan gula.

3. Masukkan buncis dan tumis sampai layu (kalau aku numis sampai 1/2 matang, karena kan masih dimasak lagi sama santan)

4. Masukkan air dan kaldu blok dan biarkan bumbu agak meresap

5. Masukkan santan dan biarkan sampai mendidih

6. Masukkan tahu dan telur. Masak dengan api kecil sebentar kemudian matikan api

7. Disajikan keesokan harinya (lebih enak karena bumbu sudah meresap)

Monday, 21 July 2008

How to make cinnamon rolls tanpa banting-banting

http://www.videojug.com/film/how-to-make-cinnamon-rolls
Bagi yang pengin bikin koffiebroodjes tanpa banting-banting, tanpa lengan kekar, silahkan klik site tersebut. Ada step by step nya.

Ternyata aku punya alatnya. hiks...hiks...hiks....Lengan sudah terlanjur kekar kayak Gatut Kaca.....

Koffiebroodjes


Description:
Ketika kue keluar dari oven, Leo tanya: "Lho kamu bikin koffiebroodjes ya?" Lha baru sadar aku kalau yang aku bikin koffiebroodjes. Cuma koffiebroodjes yang biasa aku beli di sini rasanya muanisnya minta ampun. Yang aku bikin dengan resep nyontek ini enak, nggak terlalu manis. Enak pokoknya.

Disebut koffiebroodje mungkin karena nikmat dimakan sembari minum kopi. Orang Belanda kan peminum kopi berat.

Bikin ini gara-gara Sulis (hi...hi...hi...lha kok Sulis yang disalahin). Si cantik ini selalu posting resep yang menggoda iman. Resepnya tentang Cinnamon Rolls bener-bener membuatku penasaran. Resep asli ada di sini.

Akhirnya singsingkan lengan baju dan mulai deh nguleni adonan. Ternyata berat euy nguleni adonan. Akhirnya pake dibanting-banting segala. Pokoknya habis bikin ini ditanggung laper, dan lengan jadi kekar. hi...hi...hi...

Terimakasih Sulis atas resepnya....huuuugggssss....

Kata Leo: Uenak tenan.....Leo usul lain kali isinya (olesan dalamnya) ditambahin apel yang dipotong-potong tipis atau dipotong sebesar korek api kecil-kecil. Dia maunya rasanya kayak appeltaart gitu. OK, boss, lain kali aku bikin sesuai pesanan. Mungkin kalau kayu manisnya diganti boemboe spekkoek enak juga kali yak?

Ingredients:
Aku pake bahan yang ada di rumah

Bahan kue:

275 gram tepung terigu
275 gram cakemeel (cake flour; daripada expired)
10 gram ragi instan (aku pake dua bungkus Fermipan isi a 5,5 gram)
100 gr gula pasir halus
200 ml susu cair dingin
2 kuning telur +1 butir telur
100 gr unsalted butter
1sdt garam

Bahan Olesan:

75 gr butter, biarkan dalam suhu ruang
50 gr brown sugar + 50 gr gula pasir

kayu manis bubuk (suka-suka banyaknya)
100 gr rozijnen, potong-potong, rendam dan tiriskan

Almond yang sudah dipotong-potong tipis (aku beli yang sudah potongan)

Resep asli pake frosting, aku nggak pake untuk ngurangin asupan kalori (halah alasan....)

Directions:
1. Campurkan terigu, ragi instant, gula pasir halus.

2. Tambahkan telur dan susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis (pada tahap ini aku nguleninya nggak sampai kalis. Lha berat jé).

3. Masukkan unsalted butter (aku masukkinnya dikit-dikit sambil diuleni) dan garam. Uleni sampai elastis (aku nguleninya sampai dibanting-banting segala, pokoknya nggak kalah dengan gaya baker profesional. he...he...he...)

Diamkan 30 menit (aku diamkan sampai sejam karena disambi masak dan kemudian dinner segala). Kempiskan adonan.

4. Gilas tipis adonan bentuk kotak, tebal kurang lebih 1/2 cm (aku malah nggilasnya kurang dari 1/2 cm, ketipisan yak?)

5. Oles dengan butter. taburi dengan brown sugar dan gula pasir serta kayu manis bubuk. Taburi rozijnen dan almond. Gulung sambil dipadatkan. Potong-potong setebal 2cm.

6. Panggang di atas loyang yang sudah dialasi dengan kertas roti (kertas rotinya disemir pake margarin dan terigu ya).

7. Diamkan 45 menit sampai mengembang.

8. Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat Celicius. Aku kemarin ngoven pake suhu 180 derajat 25 menit.

Kesalahanku kemarin adalah dalam satu loyang terlalu banyak, jadi berdesak-desakan ketika mengembang. Jadi matengnya kurang rata, ada yang sudah agak gosong segala. Tapi tetep enak kok. Lain kali mau bikin setengah resep saja, pake isian apel sesuai pesanan.

9. Sajikan. Pokoknya nikmat banget buat teman minum teh.

Perhatian:
Yang sedang diet, nggak boleh makan ini yak! Hari ini aku harus ke gym untuk meluruhkan koffiebroodje yang aku makan semalam. Mana sekarang hujan lagi....summer kok dingin ya....hiks...hiks...hiks....

Tambahan: baru sadar aku kalau boso Londonya Cinnamon Rolls itu Koffiebroodjes. Wis jan norak tenan. hi...hi...hi...

Koffiebroodjes


Description:
Ketika kue keluar dari oven, Leo tanya: "Lho kamu bikin koffiebroodjes ya?" Lha baru sadar aku kalau yang aku bikin koffiebroodjes. Cuma koffiebroodjes yang biasa aku beli di sini rasanya muanisnya minta ampun. Yang aku bikin dengan resep nyontek ini enak, nggak terlalu manis. Enak pokoknya.

Disebut koffiebroodje mungkin karena nikmat dimakan sembari minum kopi. Orang Belanda kan peminum kopi berat.

Bikin ini gara-gara Sulis (hi...hi...hi...lha kok Sulis yang disalahin). Si cantik ini selalu posting resep yang menggoda iman. Resepnya tentang Cinnamon Rolls bener-bener membuatku penasaran. Resep asli ada di sini.

Akhirnya singsingkan lengan baju dan mulai deh nguleni adonan. Ternyata berat euy nguleni adonan. Akhirnya pake dibanting-banting segala. Pokoknya habis bikin ini ditanggung laper, dan lengan jadi kekar. hi...hi...hi...

Terimakasih Sulis atas resepnya....huuuugggssss....

Kata Leo: Uenak tenan.....Leo usul lain kali isinya (olesan dalamnya) ditambahin apel yang dipotong-potong tipis atau dipotong sebesar korek api kecil-kecil. Dia maunya rasanya kayak appeltaart gitu. OK, boss, lain kali aku bikin sesuai pesanan. Mungkin kalau kayu manisnya diganti boemboe spekkoek enak juga kali yak?

Ingredients:
Aku pake bahan yang ada di rumah

Bahan kue:

275 gram tepung terigu
275 gram cakemeel (cake flour; daripada expired)
10 gram ragi instan (aku pake dua bungkus Fermipan isi a 5,5 gram)
100 gr gula pasir halus
200 ml susu cair dingin
2 kuning telur +1 butir telur
100 gr unsalted butter
1sdt garam

Bahan Olesan:

75 gr butter, biarkan dalam suhu ruang
50 gr brown sugar + 50 gr gula pasir

kayu manis bubuk (suka-suka banyaknya)
100 gr rozijnen, potong-potong, rendam dan tiriskan

Almond yang sudah dipotong-potong tipis (aku beli yang sudah potongan)

Resep asli pake frosting, aku nggak pake untuk ngurangin asupan kalori (halah alasan....)

Directions:
1. Campurkan terigu, ragi instant, gula pasir halus.

2. Tambahkan telur dan susu sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis (pada tahap ini aku nguleninya nggak sampai kalis. Lha berat jé).

3. Masukkan unsalted butter (aku masukkinnya dikit-dikit sambil diuleni) dan garam. Uleni sampai elastis (aku nguleninya sampai dibanting-banting segala, pokoknya nggak kalah dengan gaya baker profesional. he...he...he...)

Diamkan 30 menit (aku diamkan sampai sejam karena disambi masak dan kemudian dinner segala). Kempiskan adonan.

4. Gilas tipis adonan bentuk kotak, tebal kurang lebih 1/2 cm (aku malah nggilasnya kurang dari 1/2 cm, ketipisan yak?)

5. Oles dengan butter. taburi dengan brown sugar dan gula pasir serta kayu manis bubuk. Taburi rozijnen dan almond. Gulung sambil dipadatkan. Potong-potong setebal 2cm.

6. Panggang di atas loyang yang sudah dialasi dengan kertas roti (kertas rotinya disemir pake margarin dan terigu ya).

7. Diamkan 45 menit sampai mengembang.

8. Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat Celicius. Aku kemarin ngoven pake suhu 180 derajat 25 menit.

Kesalahanku kemarin adalah dalam satu loyang terlalu banyak, jadi berdesak-desakan ketika mengembang. Jadi matengnya kurang rata, ada yang sudah agak gosong segala. Tapi tetep enak kok. Lain kali mau bikin setengah resep saja, pake isian apel sesuai pesanan.

9. Sajikan. Pokoknya nikmat banget buat teman minum teh.

Perhatian:
Yang sedang diet, nggak boleh makan ini yak! Hari ini aku harus ke gym untuk meluruhkan koffiebroodje yang aku makan semalam. Mana sekarang hujan lagi....summer kok dingin ya....hiks...hiks...hiks....

Tambahan: baru sadar aku kalau boso Londonya Cinnamon Rolls itu Koffiebroodjes. Wis jan norak tenan. hi...hi...hi...