Cafenya laris banget, sampai banyak orang bela-belain ngantri untuk masuk dapat giliran...
Kemarin sebelum ke Utrecht, Ekani dan aku ke Den Bosch dulu untuk maen ke tempat Dyah. Kami bertiga kemudian ke centrum. Karena Sabtu kebetulan hari pasar, jadi lihat-lihat pasar dulu. Pengin cari tas tapi nggak ada yang cocok.
Kebetulan ketemu Zwarte Pieten yang sedang bagi-bagi hadiah untuk anak-anak. Tapi...kami nggak ikut kebagian. hiks...hiks...hiks.... Sinterklaas nya kebetulan nggak ada...mungkin masih sibuk di Spanyol. he....he...he...
Kebetulan Zwarte Pietennya kecil-kecil (untuk ukuran Belanda). Kami kemudian berfoto bersama mereka.
Selain ketemu Zwarte Pieten, kami ketemu Amnesty International. Mereka sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mengirimkan petisi kepada pemerintah China. Ada seorang penduduk di sana yang dipenjara dan dipukuli karena menentang regulasi aborsi yang dijalankan oleh pemerintah (kan regulasinya katanya 1 keluarga cuma boleh punya 1 anak kan?). Petisi tersebut sebagai tanda protes supaya pemerintah menghentikan penyiksaan dan melepaskan orang tersebut. Nggak pake mikir lagi, langsung aja tanda-tangan...setelah itu, potret deh sama Mevrouw Amnesty International yang cantik.....
Setelah itu ke rumah Dyah dan disuguh mie ayam dengan bakso....aduh...sedap banget....uenak pokoknya, apalagi sudah lama nggak makan mie bakso kayak gitu....Jam 2 kami berangkat ke stasiun menuju Utrecht.