Showing posts with label diet. Show all posts
Showing posts with label diet. Show all posts

Saturday, 9 August 2008

Gosong dengan suksesnya

Sedang musuhan dengan tepung tapi berhubung punya pisang dan melihat postingan Nining disini yang menggoda iman para pendiet (maksudnya orang yang sedang diet) kayak aku, akhirnya kemarin aku bikin banana cake ini. Nggak ambleg blas, bahkan bisa mumbul. Horeeee......Makasih ya Ning.....

Tapi hiks...hiks...hiks...gosong dengan suksesnya....Luarnya gosong tapi dalamnya masih OK ngga gosong bisa dimakan dan menurutku masih enak kok, moist banget dalamnya.

Ini foto cake gosong yang lebih jelas:


Aku cuma bikin setengah resep, itupun sudah buanyak sekali buat kami berdua. Aku akan bagikan juga ke para instruktur olah ragaku, supaya mereka juga ngrasain jadi korban kegagalanku.


Kesalahanku adalah:

1. Suhu terlalu tinggi karena aku sesuai dengan resep. Tapi ovenku kan oven antik, usia sudah 25 tahun tapi oven ini selalu minta suhu lebih rendah daripada suhu di resep. Menurut resep sebelum dipanggang suhu oven dipasang 200 derajat, pemangganang dilakukan pada suhu 180 derajat selama 30 menit.

Dengan suhu tersebut, yang terjadi adalah gosong luar tapi dalam masih mentah berupa adonan cair. Harus dipanggang lagi selama 30 menit dengan suhu 160 derajat. Lain kali kalau bikin harus suhu lebih rendah tapi waktu manggang lebih lama.


Kesimpulan: kenalilah ovenmu atau nodong Leo minta belikan oven yang baru yang bagus. Iya to? Setujuuuuuuuuu???????

2. Aku pake olive oil. Rasa olive oilnya lebih dominan daripada pisangnya.
Lain kali kalau mau bikin lagi, pake minyak goreng lainnya yang rasanya tidak dominan (seperti zonnebloemolie atau minyak dari bunga matahari).

Pisang yang diimport ke Belanda menurutku nggak seenak pisang produksi Indonesia. Leo sendiri juga kurang suka pisang yang kami beli di sini.


Kesimpulan: Kalau mau makan cake ini harus mudik dulu dan bertamu ke rumah Nining, siapa tahu disuguhi banana cake (yang berupa cup cake) dan tinggal ngemplok. he..he...he...Setuju??????

Karena sedang diet, maka aku iseng menghitung kalori cake ini berdasarkan tabel kalori disini.  Ternyata....hiks...hiks....hiks.....guede banget. Kalau perhitunganku nggak meleset maka kalori untuk SEPARO RESEP adalah:

Total kalori cake keseluruhan: 3915,5 kcal

Kalau dipotong menjadi sepuluh: 391,55 kcal per potong

Kalau dipotong menjadi limabelas: 261,03 kcal per potong

Kalau dipotong menjadi duapuluh: 195,775 kcal per potong.

Padahal kecukupan orang dewasa laki-laki normal katanya 2500 kcal per hari (aku nggak tahu apakah ini kecukupan bule atau orang Indonesia). Jadi bisa dibayangin kan kalau makan 2 potong yang guede?


Akhirnya dengan bersimbah air mata (biar kata-katanya kelihatan dramatis gitu), aku cuma bisa menikmati sepotong cake dan harus stop. hiks...hiks...hiks...

Ayo...siapa yang mau jadi korbanku? Kalau mau harus ke sini....   

Note: Foto diambil pake HP

Thursday, 7 August 2008

Mengapa diet terlalu ketat cenderung membuat gemuk?

Leo punya teori (bikinan dia sendiri) yang menurutku cukup masuk akal. Dia mengatakan orang yang pernah melakukan diet sangat ketat, setelah lepas dietnya akan cenderung gemuk walaupun tetap menjaga makanannya. Dia juga memberikan alasannya kenapa itu bisa terjadi.  

Jadi misalnya, seseorang diet dengan 800 kalori per hari. Kecil banget ya padahal katanya nih kebutuhan kalori seorang perempuan 2000 kcal, sedangkan laki-laki 2500 kcal. Angka 2000 dan 2500 ini mungkin kebutuhan orang normal kali ya, karena tiap orang metabolismenya berbeda. Misalnya aku makan sesuap bisa bikin tubuh makin melar, tapi Leo mau makan sebakul nggak bakalan bisa gemuk.

Kembali ke diet yang ketat tadi. Misalnya seseorang diet dengan 800 kcal per hari selama 2 minggu. Kemudian setelah itu untuk mempertahankan berat, dia diet dengan 1000 kcal, tapi kenapa cenderung cepat banget naik berat badannya? Padahal kan tambahannya cuma 200 kcal per hari. Apalagi kalau dia kemudian mengkonsumsi 1250 kcal, makin cepat juga naiknya. Jadi bisa dibayangin kan kalau kemudian setelah selesai diet terus balas dendam.

Menurut Leo, orang yang pernah melakukan diet sangat ketat dan bahkan berkali-kali, akan mengalami perubahan sistem metabolisme. Pada waktu diet ketat tersebut, asupannya sangat kurang, sehingga tubuh bereaksi dan berkata:

"O.....pemasukan sedikit nih, maka aku harus menyimpannya sebagai cadangan......siapa tahu suatu kali nanti, aku membutuhkannya...."

Metabolisme tubuh menjadi efisien dan bahkan kadang terlalu efisien. Akibatnya setelah dia lepas dari diet, metabolisme tetap berjalan secara efisien. Ketakutan tubuh karena pernah mengalami kekurangan asupan menyebabkan tubuh tetap meneruskan efisiensi dan berusaha menyimpan cadangan.

Bagaimana memecahkan trauma ketakutan yang dialami tubuh tersebut? Leo bilang sih cuma satu caranya yaitu bergerak, olah raga, nggak males, nggak seharian nonton tivi, jalan cepat, angkat beban, bersepeda, lari, berenang, naik tangga (jangan pake lift atau eskalator), ngepel, ngecat semua rumah tetangga sekompleks, bantuin aku bersihin kebon (he...he...he....) dsb. Pokoknya intinya bergerak, bergerak dan bergerak. Cara ini bisa memperbaiki metabolisme tubuh.

Yang paling bagus adalah kombinasi antara diet dan gerak. Intinya kan input harus lebih kecil daripada output. Diet ketat akan membuat badan lemes, nggak bertenaga. Jangankan berolah raga, wong mau jalan ke ujung gang saja sudah lemes kok, apalagi mau lari memutari stadion Senayan.

Karena itu cuma satu nasihatnya Leo untukku yaitu: diet secara wajar dan bergerak. Maksudnya wajar di sini adalah dengan diet tersebut aku nggak sampai harus lemes sampai nggak bisa bergerak dan berolah raga. Padahal diet tanpa olah raga membuat metabolisme tubuh menjadi efisien, so what's the point of being on a diet?

Teori ini dia bangun karena dia  kasihan banget melihat aku karena aku setiap kali diet selalu gagal. Yang diet aku, tapi yang turun berat badan dia karena dia nggak tega melihat aku sengsara, jadi ikut bersimpati nggak makan banyak. Berhubung dia dari sononya memang sulit gemuk, ya cepet banget buat nurunin berat badan.  

Ketika aku tanya instruktur olah ragaku apakah teorinya Leo ini benar atau enggak. Instrukturku bilang:

"Your husband is absolutely right. Kalau kamu diet terlalu ketat memang betul kemudian membuat metabolisme tubuhmu menjadi sangat efisien. Saking efisiennya, maka apa yang kamu makan akan cepat-cepat disimpan. Kalau kamu mau membakar lemak, paling gampang ya angkat beban..." sambil dia menunjukkan alat-alat angkat beban yang tersedia di gym.

Dia meneruskan:

"Mendingan kamu makan dengan porsi sedikit tapi sering daripada banyak tapi satu kali. Mendingan kamu makan 6 kali sehari dengan porsi kecil daripada 3 kali tapi langsung banyak. Kalau porsi yang kamu makan sedikit-sedikit (tapi sering), maka tubuh nggak sempat menyimpan, karena cepat diubah menjadi energi. Kalau langsung banyak, tubuhmu kan saat itu nggak butuh energi sebanyak itu, jadi sisanya langsung disimpan. OK...ayo sekarang kamu latihan angkat beban kemudian dilanjutkan dengan cardio training....." 

Ayo...siapa mau nemenin aku diet dan gerak??????????

      

Monday, 13 August 2007

Thank you for our marriage

Lha wong ya mau diet aku, kok yang protes Leo. Maklum dia merasa terancam menu dinnernya.

Ini gara-gara waktu aku menemukan site tentang daftar kalori di sini ternyata pindakaas kalorinya tinggi sekali karena 100 gram pindakaas (selai kacang) kalorinya 647 kcal. Padahal selama ini aku kalau bikin gado-gado (makanan kegemaran Leo) selalu pake pindakaas untuk bumbu gado-gadonya (soalnya males mau bikin dari kacang goreng). Gado-gado adalah makanan kegemaran Leo.

Aku bilang sama dia, mendingan gimana kalau gado-gado digeser saja dari menu kita sehari-hari dan diganti dengan zuurkol (makanan tradisional Belanda dari kol yang uasemnya bukan main) soalnya zuurkol kalorinya rendah banget (100 gram zuurkol kalorinya cuma 24 kcal). Leo paling nggak doyan zuurkol. Mendingan nggak makan daripada disuruh makan zuurkol.

Dia memang nggak suka zuurkol sejak dia masih kecil. Dulu ketika mami (ibu mertua) masak ini, pasti dia nggak mau makan. Sampai dipaksapun, dia tetap tidak mau makan. Sampai-sampai ibunya bilang:

"Anak-anak Afrika akan sangat berterimakasih jika mereka bisa makan zuurkol ini...."

Tapi apa jawabannya?

"OK, kalau gitu, kirim saja piringku ini ke Afrika biar mereka gembira menikmati zuurkol ini........."

O.....o.....Wrong answer! Tentu saja mami langsung marah, terus mengirim Leo kecil ke atas beserta piringnya dan dia nggak boleh turun ke bawah kalau belum menghabiskan isi piringnya. Tapi tetap saja dia stubborn banget, mendingan kelaparan daripada disuruh makan zuurkol.  

Kembali ke masa sekarang. Begitu mendengar "rencanaku" (rencana dalam tanda petik karena aku cuma menggoda dia), langsung Leo protes berat. Dia langsung bilang:

"If you change our menu from gado-gado to zuurkol......thank you very much for our 3 year marriage..........."

Hanya gara-gara gado-gado, masak sih bisa mengalami krisis pernikahan. he...he...he....Kami menikah memang baru 3 tahun karena kami berdua memang telat nikah, sudah usia nenek kakek baru menikah. hi...hi...hi...

Terus aku bilang:

"So, you don't love me anymore.........?!?!?!?!?!?!"

"I love you but with gado-gado I love you more..............."

Halah alasan..................

 Ayo siapa mau nemenin aku diet??????? Selain diet, marilah kita berolah raga, misalnya jalan kaki atau ngepit (numpak pit alias bersepeda).

Catatan: Foto diambil weekend kemarin ketika kami bersepeda ke desa-desa tetangga.

 

  

Thank you for our marriage

Lha wong ya mau diet aku, kok yang protes Leo. Maklum dia merasa terancam menu dinnernya.

Ini gara-gara waktu aku menemukan site tentang daftar kalori di sini ternyata pindakaas kalorinya tinggi sekali karena 100 gram pindakaas (selai kacang) kalorinya 647 kcal. Padahal selama ini aku kalau bikin gado-gado (makanan kegemaran Leo) selalu pake pindakaas untuk bumbu gado-gadonya (soalnya males mau bikin dari kacang goreng). Gado-gado adalah makanan kegemaran Leo.

Aku bilang sama dia, mendingan gimana kalau gado-gado digeser saja dari menu kita sehari-hari dan diganti dengan zuurkol (makanan tradisional Belanda dari kol yang uasemnya bukan main) soalnya zuurkol kalorinya rendah banget (100 gram zuurkol kalorinya cuma 24 kcal). Leo paling nggak doyan zuurkol. Mendingan nggak makan daripada disuruh makan zuurkol.

Dia memang nggak suka zuurkol sejak dia masih kecil. Dulu ketika mami (ibu mertua) masak ini, pasti dia nggak mau makan. Sampai dipaksapun, dia tetap tidak mau makan. Sampai-sampai ibunya bilang:

"Anak-anak Afrika akan sangat berterimakasih jika mereka bisa makan zuurkol ini...."

Tapi apa jawabannya?

"OK, kalau gitu, kirim saja piringku ini ke Afrika biar mereka gembira menikmati zuurkol ini........."

O.....o.....Wrong answer! Tentu saja mami langsung marah, terus mengirim Leo kecil ke atas beserta piringnya dan dia nggak boleh turun ke bawah kalau belum menghabiskan isi piringnya. Tapi tetap saja dia stubborn banget, mendingan kelaparan daripada disuruh makan zuurkol.  

Kembali ke masa sekarang. Begitu mendengar "rencanaku" (rencana dalam tanda petik karena aku cuma menggoda dia), langsung Leo protes berat. Dia langsung bilang:

"If you change our menu from gado-gado to zuurkol......thank you very much for our 3 year marriage..........."

Hanya gara-gara gado-gado, masak sih bisa mengalami krisis pernikahan. he...he...he....Kami menikah memang baru 3 tahun karena kami berdua memang telat nikah, sudah usia nenek kakek baru menikah. hi...hi...hi...

Terus aku bilang:

"So, you don't love me anymore.........?!?!?!?!?!?!"

"I love you but with gado-gado I love you more..............."

Halah alasan..................

 Ayo siapa mau nemenin aku diet??????? Selain diet, marilah kita berolah raga, misalnya jalan kaki atau ngepit (numpak pit alias bersepeda).

Catatan: Foto diambil weekend kemarin ketika kami bersepeda ke desa-desa tetangga.

 

  

Thank you for our marriage

Lha wong ya mau diet aku, kok yang protes Leo. Maklum dia merasa terancam menu dinnernya.

Ini gara-gara waktu aku menemukan site tentang daftar kalori di sini ternyata pindakaas kalorinya tinggi sekali karena 100 gram pindakaas (selai kacang) kalorinya 647 kcal. Padahal selama ini aku kalau bikin gado-gado (makanan kegemaran Leo) selalu pake pindakaas untuk bumbu gado-gadonya (soalnya males mau bikin dari kacang goreng). Gado-gado adalah makanan kegemaran Leo.

Aku bilang sama dia, mendingan gimana kalau gado-gado digeser saja dari menu kita sehari-hari dan diganti dengan zuurkol (makanan tradisional Belanda dari kol yang uasemnya bukan main) soalnya zuurkol kalorinya rendah banget (100 gram zuurkol kalorinya cuma 24 kcal). Leo paling nggak doyan zuurkol. Mendingan nggak makan daripada disuruh makan zuurkol.

Dia memang nggak suka zuurkol sejak dia masih kecil. Dulu ketika mami (ibu mertua) masak ini, pasti dia nggak mau makan. Sampai dipaksapun, dia tetap tidak mau makan. Sampai-sampai ibunya bilang:

"Anak-anak Afrika akan sangat berterimakasih jika mereka bisa makan zuurkol ini...."

Tapi apa jawabannya?

"OK, kalau gitu, kirim saja piringku ini ke Afrika biar mereka gembira menikmati zuurkol ini........."

O.....o.....Wrong answer! Tentu saja mami langsung marah, terus mengirim Leo kecil ke atas beserta piringnya dan dia nggak boleh turun ke bawah kalau belum menghabiskan isi piringnya. Tapi tetap saja dia stubborn banget, mendingan kelaparan daripada disuruh makan zuurkol.  

Kembali ke masa sekarang. Begitu mendengar "rencanaku" (rencana dalam tanda petik karena aku cuma menggoda dia), langsung Leo protes berat. Dia langsung bilang:

"If you change our menu from gado-gado to zuurkol......thank you very much for our 3 year marriage..........."

Hanya gara-gara gado-gado, masak sih bisa mengalami krisis pernikahan. he...he...he....Kami menikah memang baru 3 tahun karena kami berdua memang telat nikah, sudah usia nenek kakek baru menikah. hi...hi...hi...

Terus aku bilang:

"So, you don't love me anymore.........?!?!?!?!?!?!"

"I love you but with gado-gado I love you more..............."

Halah alasan..................

 Ayo siapa mau nemenin aku diet??????? Selain diet, marilah kita berolah raga, misalnya jalan kaki atau ngepit (numpak pit alias bersepeda).

Catatan: Foto diambil weekend kemarin ketika kami bersepeda ke desa-desa tetangga.