Tuesday, 15 March 2011
Monday, 14 March 2011
Gudeg Kacang Merah ala Sri
Description:
Pengin gudeg tapi males ke toko Asia untuk beli gori (nangka muda) kalengan, akhirnya aku bikin gudeg kacang merah dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Rasanya gurih juga kok. Kata teman-teman itu namanya bukan gudeg lagi karena ngga pake gori. Lha ya biarin, wong aku suka kok. hi..hi...hi..
Karena aku ngga punya daun jati (nyari dimana di sini), maka aku gunakan bit merah untuk membuat gudeg ini merah kecoklatan. Kebetulan juga ngga punya kulit brambang. Aku sudah pake teh celup 3 biji, tetep aja ngga bisa merah. Akhirnya pemecahannya adalah pake bit (malah bisa sekalian dimakan). Bit selain membuat merah juga menambah rasa manis. Jangan khawatir, rasa bit tidak akan dominan.
Aku tulis resep ini sesuai dengan janjiku pada Dian.
Oh ya, kebetulan ketika difoto, kacang merahnya ada dibawah telor.
Ingredients:
2 kaleng kacang merah, buka tutupnya dan tiriskan.
12 buah telor rebus, kupas.
1 buah tahu (berat 340 gram), potong-potong. Kalau ngga pake tahu juga ngga papa. Kalau mau digoreng dulu supaya ngga gampang hancur.
350 gram daging (aku pake 100 gram daging yg dipotong-potong dan 250 gram daging cincang. Adanya itu, ngga boleh protes. he..he..he..).
4 lembar daun salam
1 kaleng (400 ml) santan kental
2 kotak (660 ml) air kelapa.
Kalau ngga ada air kelapa, bisa diganti air atau penggantinya disini.
1 sdt pasta asam
75 gram gula merah disisir (atau sesuai selera).
1 buah rode biet (bit merah), dihaluskan. Aku beli bit yang sudah matang. Tersedia di supermarket dalam plastik.
1 sdm kecap manis
Bumbu halus:
1 buah bawang bombay (ngga punya brambang, dilarang protes. he..he..he..).
6 siung bawang putih
4 butir kemiri
1 sdm ketumbar bubuk
1 sdt laos (lengkuas) bubuk
2 sdt garam atau secukupnya.
Directions:
1. Dalam panci tata daun salam, kemudian di atasnya tata daging, telor rebus, tahu, biet, pasta asam, bumbu halus, gula Jawa, kecap manis, air kelapa. Pokoknya semuanya terendam dalam air kelapa.
2. Rebus semuanya sampai mendidih. Kalau perlu diaduk pelan-pelan supaya bumbu tercampur rata.
3. Setelah mendidih, masukkan santan kental. Didihkan sambil kadang diaduk pelan-pelan agar santan tidak pecah.
4. Setelah kuah sudah agak menyusut, ambil segelas kuah dan tuang pada panci lain. Panci berisi telor tetap dinyalakan apinya dengan menggunakan api kecil. Jangan lupa menutup panci.
Ati-ati jangan sampai gosong. Aku menggunakan braadpan supaya ngga gampang gosong.
5. Pada panci kedua (yang berisi kuah saja) masukkan kacang merah dan rebus. Pelan-pelan diaduk, usahakan jangan sampai hancur. Kalau airnya sudah menyusut, matikan api dan angkat.
6. Pada panci berisi telor, masak terus sampai kekeringan yang diinginkan. Makin lama merebus telor akan makin coklat dan keras seperti telor gudeg yang dijual di Yogya.
Cara menghidangkan: Suka-suka. Kalau tamunya banyak, telor dibelah dua, supaya semua orang kebagian. he..he..he.. Paling enak dihidangkan dengan sambal goreng krecek. Lha disini dimana cari krecek. he..he..he.. pokoknya dihidangkan dengan sambel goreng yang pedes (misalnya sambel goreng udang) pasti mantep!
Lain kali pengin bikin gudeg nangka, ditambah kacang merah dan boerenkool (sebagai pengganti daun singkong). Kayaknya kok enak.
Monday, 7 February 2011
Urap boerenkool bumbu makreel asap
Description:
Bagi yang kangen urap daun singkong karena sulit diperoleh di sini, maka boerenkool bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti. Winter gini banyak dijual boerenkool di supermarket yang sudah dalam bentuk rajangan.
Bumbunya aku tambahi ikan makreel asap supaya rasanya lebih jos. Aku tambahi juga bawang bombay (wong murah harganya...he..he..he..) supaya bumbunya jadi tambah banyak. he..he...he...
Paling enak dimakan pake nasi anget yang masih ngepul plus rempeyek teri. Nikmaaattt......
Ingredients:
500 gram boerenkool segar dalam bentuk irisan
200 gram kelapa parut kering kemudian dikukus (maklum ngga punya kelapa setengah tua yang segar)
200 gram wortel, rajang bentuk korek api, kemudian rebus atau kukus.
1 ikan makreel asap, ambil dagingnya aja, suwir-suwir.
50 gram gula Jawa (bisa dikurangi atau ditambah, tergantung selera), disisir
5 lembar daun jeruk purut, buang tulangnya.
2-3 sdt pasta asam Jawa, pokoknya yang kental
Bumbu halus:
1 buah bawang bombay
6 siung bawang putih
7 buah cabe merah (atau sesuai selera, ditambah cabe rawit juga boleh)
1 sdt kencur bubuk
2 sdt ketumbar (optional)
1 sdt garam (atau sesuai selera)
Minyak untuk menumis
Directions:
1. Panaskan minyak, kemudian tumis bumbu halus
2. Masukkan gula Jawa, asam dan daun jeruk purut kemudian tumis lagi sampai matang.
CATATAN: menumis bumbu harus sampai matang, kalau ngga rasanya langu atau pahit!!
3. Masukkan ikan makreel dan tumis lagi
4. Masukkan kelapa parut dan aduk lagi sampai matang.
5. Cicipi apakah sudah pas rasanya. Tambahi garam kalau kurang asin, tambahi gula kalau kurang manis, tambahi asem kalau kurang asem. Kalau kurang banyak? Ya ngemplok lagi. he..he..he..
Kalau tumisan kelapa kelihatan terlalu kering, ya tambahin air dikit aja....
6. Kalau rasanya sudah pas, masukkan boerenkool kemudian tumis hingga matang.
Percaya atau ngga, boerenkool ngga berair ketika ditumis. Lebih cepat matang dibandingkan dengan nggodog daun singkong ataupun daun pepaya.
7. Masukkan wortel yang sudah direbus atau dikukus sebelumnya. Kemudian campur jadi satu. Uji rasa dan matikan api.
Boerenkol siap dihidangkan. Biasanya aku malah bikin urap boerenkool tanpa wortel. Kalau ngga habis bisa disimpan di kulkas tanpa takut berair.
Kalau mau urap lengkap sih bisa ditambah tauge, mlanding atau petai cina (lha disini nyarinya dimana), kacang panjang (atau buncis karena kacang panjang disini harganya mahal) dll. Tinggal nambah bumbu.
Oh ya, aku juga pernah nulis resep boerenkool lainnya. Bisa dilihat disini.
Thursday, 3 February 2011
Tumpeng nasi kuning
Nasi kuning temannya ada 7 (pitu dalam halam bahasa Jawa). Katanya melambangkan permohonan pitulungan (pertolongan). Mbuh bener apa ngga, terus terang aku ngga tahu.
Temannya nasi kuning: ikan masak cabe kering, perkedel, telor dadar, mie goreng, tumis buncis, kerupuk udang, acar timun.
Mau masak pake beef supaya jadi wolu (delapan) sudah teler duluan.....
Bikin tumpeng, syukuran sudah dapat KTP. Alhamdulillah....
Monday, 31 January 2011
Kagum......
Sebagai kontraktor (maksudnya pengontrak rumah), kami diberi tahu oleh pihak landlord kalau semua kompleks perumahan milik mereka akan dipasangi decoder box. Kebetulan kompleks perumahan tersebut dimiliki oleh lembaga semacam koperasi. Pokoknya nanti telpon, internet, dan TV sistemnya jadi satu. Mbuh apa itu namanya.
Untuk mempermudah pekerjaan pemasangan, Leo memindahkan semua isi lemari ke dalam kardus-kardus besar. Maksudnya nanti kalau tukang mau nggeser lemari kan gampang dan ngga berat.
Lemari tersebut berisi harta karunku. Apalagi kalau bukan loyang, piring, gelas, cangkir dan segala tetek bengek lainnya.
Pemindahan tersebut dia lakukan sendirian. Waktu itu aku sedang kopdar ketemu teman-teman di Drenthe. Begitu tiba di rumah, aku melongo karena isi lemari sudah kosong dan sudah pindah ke dalam box-box dan diletakkan di ruang tamu.
"Lho sudah dipindahin semua to? Aku pikir kita akan mindahin barengan..."
"Iya aku pindahin sendiri. Gile dah....buanyak banget harta karunmu......masak sampai 6 kardus......"
Ealahhhhhhh.......wong ya sudah tahu kalau hobi istrinya koleksi loyang kok yo masih kaget to....he..he..he..
Terus dia menambahkan:
"Lha semua isi Blokker kok pindah, kamu angkut semua ke rumah......."
Blokker adalah toko peralatan rumah tangga.
Sri dalam hati: he..he..he..
Sebenernya sih bukan hanya dari Blokker aja. Wong kalau pulang kampung, separo isi koper isinya peralatan rumah tangga...he..he..he..
Leo lagi: "Tapi terus terang aku kagum padamu....kok bisa memasukkan semua barang sebanyak itu ke dalam sebuah lemari......"
He..he..he..ya tentu aja bisa, wong ya disesel-seselin sampai kebak (penuh) mencep-mencep. hi...hi...hi...
Catatan: gambar yang aku pasang aku ambil dari Blokker. Waktu itu puingin banget punya loyang silikon (karena belum pernah punya). Tapi ternyata loyang silikon kok meyat-meyot yo. Jarang digunakan. Paling digunakan untuk bikin romantic pasta. Akhirnya beli lagi loyang tulband model yang sama tapi dari bahan metal. Lha nambah lagi to koleksinya....he..he..he..pantesan Leo komplen....
Sunday, 30 January 2011
Pizza hasil memperbudak happy call
Description:
Pengin nyobain happy call bersama teman-teman. Wajan double sided ini aku beli waktu mudik lalu (ssttt....korban teleshop. he..he..he...). Yang jelas berguna bianget untuk bikin macem-macem. Ngga nyesel bawa berat-berat dari kampung. Bukan promosi ya, soalnya aku ngga dibayar sama si happy call.
Berhubung punya bakat narsis, jadi yang diupload ya pizza yang ada aku...he..he..he..
Waktu itu kami rame-rame bikin pizza.... Ini resep dari Happy call, tapi untuk sausnya aku modifikasi.
Ingredients:
Bahan A:
150 gram terigu
25 gram gula (terlalu manis, menurutku 15 sd 20 gram aja cukup).
1 sdt ragi instant (aku pake Fermipan)
30 ml minyak sayur (aku pake zonnebloemolie atau minyak bunga matahari)
1 butir telur
80 ml air (aku ngga sampai segitu penggunaan airnya, mungkin malah cuma setengahnya)
Bahan B (Saus):
6 sdm saus tomat
1 sdm gula (ngga pake, karena tanpa gula juga sudah manis)
1/2 sdt kaldu bubuk (ngga pake juga ngga papa)
1/2 sdt garam (resep asli 1/4 sdt, tapi terlalu manis)
100 gram daging giling (kadang aku ganti dengan sekaleng tuna)
1 buah bawang bombay dicincang (resep asli cuma 1/2 buah)
3 siung bawang putih, cincang (resep asli ngga ada)
1/2 buah paprika potong kotak (aku pake paprika merah)
1 sdt oregano bubuk
2 sdm keju tua (resep asli ngga ada)
Minyak untuk menumis (resep asli pake mentega. Aku pake olive oil).
Biasanya aku tambahi mushroom, tapi kebetulan sedang kosong. Kalau mau lebih jos, tambahkan basilicum dan cabe.
Bahan C:
50 gram mozzarella, potong tipis-tipis (kebetulan ngga ada, lupa beli)
Note: biasanya aku taburi keju parut di atasnya, tapi kebetulan sedang kosong.
Directions:
1. Campur bahan kering, tambahkan telur, minyak, air kemudian uleni sampai kalis.
Bisa dibanting, ditonjok, dijotos, digebugi, diuwel-uwel ...terserah dah....he..he..he.. kalau sedang marah, mendingan bikin pizza supaya puas melampiaskan marah....hi..hi..hi...
2. Diamkan paling ngga 1/2 jam sampai mengembang. Mau 2 jam juga boleh. Kalau sudah mengembang, tonjok dikempeskan, terus diuleni lagi. Terus tipiskan dalam happy call dan diamkan selama 20 menit.
Menurut resep sih setelah kalis, langsung ditipiskan di happy call dan didiamkan selama 20 menit sebelum dikasih topping.
Saus:
1. Tumis bawang putih dan bawang bawang bombai sampai harum.
2. Masukkan daging cincang dan tumis sampai kecoklatan.
3. Masukkan paprika dan tumis sampai agak layu.
4. Masukkan bahan-bahan lainnya.
Terus:
1. Ratakan saus di atas pizza.
2. Taburi mozzarella dan keju parut.
3. Panggang dalam happy call dengan api kecil, pokoknya jangan terlalu gede apinya. Jangan lupa dibalik ya supaya atasnya juga matang.
Note: gambar-gambar yang aku pasang adalah buatan Yanti dan Aya. Makasih teman-teman.
Ini gambar penampakan happy call:
Uploaded with ImageShack.us
Cake Nangka...
Description:
Waktu bersih-bersih gudang makanan (weleh..weleh...bahasanya, wong yo isinya cuma indomie beberapa bungkus, tepung terigu dan ubo rampenya kok disebut gudang...), nemu sekaleng nangka yang nyelip di keranjang.
Mau bikin es teler kok males ya, mungkin karena suhu udara masih dingin. Penginnya bikin untuk teman minum teh or kupi. Akhirnya dibuat cake, hasil modifikasi banana cake nya Nining. Ternyata uenak jé.... lembut banget..... Makasih yo Ning...diko memang té-o-pé bé-gé-té tenan....
Resep banana cake asli dari Nining ada disini.
Mari ngupi or ngetah sambil makan cake nangka....
Ingredients:
1 kaleng nangka (gunakan nangkanya aja, airnya diminum. he..he..he..). Nangkanya diiris kuecil-kuecil. Aku pake merk Aroy, kayaknya ini nangka kaleng yang paling enak.
5 butir telor
100 gram gula pasir (resep asli 150 gram. Tapi 100 gram sudah manis karena nangka nya manis, yang bikin cake juga manis. hi..hi..hi..).
150 gram terigu
100 gram mentega, lelehkan
1 sdt emulsifier (resep asli ngga ada, tapi aku tambahin krn takut ambleg. he..he..he..)
Directions:
1. Kocok telur, gula dan emulsifier sampai kental mengembang.
2. Masukkan terigu, aduk rata.
3. Masukkan nangka irisan, aduk rata.
4. Masukkan mentega leleh, aduk rata.
5. Tuang adonan ke dalam loyang tulband yg sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung. Aku pake loyang tulband diameter 26 cm. Resep asli pake loyang tulband diameter 22-24 cm.
6. Panggang sampai mateng. Aku panggang dengan suhu 160 derajat Celcius-hete lucht (hot air) selama 40-45 menit (lupa berapa menit, yang penting mateng).
Ayo mari ngupi or ngeteh....