Wednesday, 23 June 2010

Leo: "Aku kok dibohongi....."

Lha wong sudah habis kok baru komplen ki piyé to. Ya telat....Ini cerita seputar lasagna yang aku bikin. Waktu itu aku bikin lasagna isi tempe dan kentang, bukan lasagna daging. Aneh to? he..he..he..namanya juga kreatip.

 

Jadi ceritanya gini. Suatu kali ada korting ikan sardine dalam kaleng. Karena sudah lama banget ngga makan ikan sardine, maka belilah aku. Sampai di rumah aku masak sambal goreng sardine tapi ngga pake santen soalnya Leo ngga suka santen. Aku bumbuin brambang, bawang, cabe, jahe, tomat dll. Aku tambahin juga kentang goreng dalam masakan tersebut. Ternyata Leo ngga suka. Yo wis, alamat aku yang harus makan karena dia makan cuma sedikit. Mana banyak lagi. hiks....

 

Kebetulan dua hari sebelumnya aku bikin kering tempe. Leo ngga suka tempe, gara-gara waktu pertama kali dia makan tempe, kok yo kebetulan tempenya kecut (bukan karena basi, tapi ya memang rasanya rada kecut. Dicampuri apa ya bikinnya kok bisa kecut). Akhirnya sejak itu kalau aku masak tempe, dia jarang banget ikut makan. Pokoknya njelehi (nyebelin) tenan, kalau pertama kali makan dia ngga suka, langsung ngga suka seterusnya. Tapi herannya kalau di Indonesia, dia mau makan tempe karena menurut dia tempe Indonesia lebih enak daripada bikinan di sini.

 

Menurutku kering tempe buatanku yo enak (muji diri sendiri, soale ngga ada yang muji. hi..hi...hi...). Sebelum dimasak, tempenya diiris tipis-tipis kemudian digoreng kering. Kering tempenya aku kasih udang dan dibumbui brambang, bawang, cabe, salam, laos, kecap manis dll. Tapi tetep aja terlalu banyak kalau harus aku makan sendirian. Lha piyé wong sak papan tempe. Sudah gitu Leo ngga ikutan makan. hiks....

 

Berhubung sisa makanan masih banyak, semua aku daur ulang. Kebetulan punya lembaran lasagna, akhirnya aku bikin lasagna. he..he..he..Aku tambahi bumbu lagi, mirip bumbu lasagna di sini. Tidak pake daging sama sekali. Sambal goreng kentang sardine dan kering tempe aku sulap menjadi saos merah, yang berarti pake tomat, pasta tomat, basilicum, oregano dsb. Pokoknya mirip bumbu lasagna Jowo di sinilah. Yang jelas sih tetap pake keju seperti ubo rampenya lasagna.

 

Selain saos merah, aku buat juga saos putih. Hasilnya sih menurutku enak, walaupun ingredients acak-acakan. he..he..he..

 

Aku uji cobakan makanan ini ke Leo. Aku ngga bilang kalau itu lasagna mengandungi sambal goreng sardine kentang dan kering tempe. Dia makannya cukup banyak. Bahkan nambah.

 

Aku tanya:

 

"Gimana rasa lasagna nya? Enak?"

"Enak....I like it...."

 

Ketika masih sisa, aku bilang:

 

"Kalau kamu masih mau, habisin aja. Aku sudah kenyang...."

"Jadi boleh nih dihabisin? Bener kamu sudah kenyang?"

"Habisin aja...aku sudah cukup kok....."

 

Dia bener-bener menikmati lasagna nyleneh buatanku. Aku tanya lagi:

 

"Enak bener ya?"

 

"Iya, enak.....enak banget......kamu memang pinter kalau bikin Italian food....."

 

Dalam hati aku pengin ketawa ngakak. Ketika semua lasagna acak kadul sudah habis, aku tanya dia.

 

"Kamu tahu apa isi lasagna yang kamu makan?"

"Ada saus merah dan putih kan? Kayaknya aku juga ngarasain ada kentang juga. Bener ada kentangnya? Kamu kan biasanya kalau masak Italian food pasti melenceng dari resep aslinya......selalu aja fantasri"

 

Leo selalu menganggap "kreativitas" ku sebagai fantasri instead of fantasy.

 

"Bener, memang ada kentangnya.......ada taste lain ngga selain kentang?"

"Apa ya..........ngga tahu......"

"Yang jelas itu lasagna tanpa daging sama sekali. Isinya tempe. Itu kan sisa-sisa makanan yang aku daur ulang. Sisa sambal goreng kentang sardine dan kering tempe....he..he..he...jadi itu lasagna Jowo banget, wong sebelum dibuat lasagna, tempenya aku bikin kering kentang pake kecap manis cap Bango. ha...ha...ha,,,,,,"

"You are cheatinggggggg......curang.........aku kok dibohongi......"

"Ha...ha...ha...."

 

Lha wong komplen kok setelah piring licin tandas. Makanya, jangan anti dulu sama tempe. he..he..he..

 

Pernah ngicipin lasagna tempe yang sebelumnya dikecapin? he..he..he..Yang jelas sih waktu itu rasa kecapnya sudah tidak terlalu tajam karena sudah disulap menjadi saos merah pake tomat, pasta tomat dan saus tomat. Apalagi karena ditambah basilicum, oregano dll, rasa kecapnya cuma samar-samar. Hanya yang masak yang tahu kalau lasagna itu mengandungi kecap cap Bango. he..he..he..

 

Leo tahu kalau aku demen ngaduk-aduk resep. Tapi dia ngga ngira kalau waktu itu "kreativitas" ku sudah kebablasan. he..he..he..

 

Ssssssttttttttt....jangan kasih tahu orang Itali ya kalau resepnya aku perkosa abis-abisan: Lasagna yang ngga sesuai dengan pakem.   

 

Oh ya, gambar lasagna yang dari sini, aku pasang lagi. Soalnya aku ngga sempat motret lasagna tempe karena sudah diembat abis oleh Leo. he..he..he..

 

 

 

Monday, 21 June 2010

Lasagna pedes ala Sri


Description:
Janji sama Dyah sudah lama untuk menulis resep, tapi baru sekarang sempat. Maaf ya Dyah.

Ini lasagna ala Sri, soalé pedes dan pake brambang goreng. Lasagna Jowo kali ya namanya. he..he..he..Kata Leo ini Indo Dutch Italian food. hi..hi..hi.. tapi menurut kami yo enak. Supaya bener-bener miroso, harus pake keju tua.

Oh ya, Dyah, yang aku bawa dulu ke Rosmalen less spicy daripada resep ini. Maklum kami doyan makan cabe. Jadi kalau bikin silahkan dikurangi cabenya kalau bojo ngga suka masakan yang pedes. Ini juga untuk porsi gede, jadi kalau mau bikin hanya untuk berdua, bisa seperempat resep saja.

Ingredients:
18 lembar lasagna (aku pake merk Honig, jadi ngga perlu ngrebus dulu)

Saus merah:

600 gram daging sapi cincang
1 buah paprika besar, potong kotak-kotak
250 gram champignon (jamur merang), potong-potong
1 buah bawang bombay besar, cincang
8 siung bawang putih, cincang
6 buah cabe merah (atau sesuai selera), iris
2 buah tomat besar, potong-potong
5 sdm saus tomat
4 sdm pasta tomat
1 sdm basilicum bubuk
1 sdm oregano bubuk
1 sdt lada bubuk
1 sdt garam
2 sdt gula pasir
2 batang daun bawang, rajang
1 kaldu bubuk
2 sdm brambang goreng (optional)
100 gram keju tua (aku pake brokkelkaas yang sudah diparut. Bisa juga pake parmesan atau keju tua lainnya)
100 ml air
2 sdm minyak untuk menumis.


Saus Putih:
4 - 5 sdm terigu
2 sdm minyak
1/2 sdt lada bubuk
1 sdt gula pasir
1 liter susu
100 gram keju tua (aku pake brokkelkaas yang sudah diparut. Bisa juga pake parmesan atau keju tua lainnya).

Taburan:
Keju parut.


Directions:
Saus Merah:

1. Panaskan minyak dan tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.

2. Masukkan cabe dan tumis lagi sampai layu.

3. Masukkan daging cincang dan tumis sampai kecoklatan.

4. Masukkan tomat dan tumis lagi.

5. Masukkan paprika dan jamur, aduk lagi.

6. Masukkan bumbu lain (saus tomat, pasta tomat, lada, garam, gula, kaldu bubuk, basilicum dan oregano, brambang goreng). Kemudian tumis lagi sampai rata.

7. Masukkan air dan tunggu sampai mendidih.

8. Masukkan keju tua dan aduk sampai meleleh.

9. Uji rasa. Bisa tambahkan gula atau garam kalau kurang manis atau asin.

10. Matikan api. Tuang daun bawang dan aduk sampai rata. Sisihkan.


Saus Putih:

1. Panaskan minyak dan masukkan terigu dan aduk cepat.

2. Masukkan susu.

3. Masukkan garam, lada dan gula.

4. Kalau sudah mendidih, masukkan keju dan biarkan sampai meleleh.

5. Ketika kekentalan sesuai dengan yang diinginkan, matikan api. Sisihkan.


Lasagna:

1.Tuang saus merah pada dasar loyang. Jangan banyak-banyak, selapis aja.

Aku pake loyang ukuran 30x23x6 cm untuk resep di atas. Biasanya sih pake pirex.

2. Basahi 6 lembar lasagna (basahinya satu-satu ya, jangan ditumpuk karena akan lengket dan susah dilepas).

Setelah basah, tata lembaran lasagna di atas saus merah.

3. Tuang saus merah di atas lembaran lasagna tersebut. Ratakan. Kemudian tuang saus putih di atas saus merah. Ratakan.

4. Basahi lagi 6 lembaran lasagna dan tata di atas lapisan saus putih. Tuang lagi saus merah di atasnya. Tuang saus putih. Pokoknya ulangi sampai semuanya habis. Usahakan saus putih adalah lapisan teratas.

5. Taburi keju di atas saus putih sebelum dipanggang.

6. Panggang sampai matang. Aku biasanya manggang dengan suhu 200 derajat Celcius (with hot air) selama 40 sd 45 menit.


Sorry gambarnya kuran bagus. Waktu itu juga kurang rata mengguyur sausnya. he..he..he..jadi kurang rapi....

Kalau ngga aku kasih brambang goreng di dalam lasagna, Leo akan menaburkan brambang goreng di atas lasagna sebelum dimakan. he..he..he..

Sunday, 30 May 2010

Cheese Muffin


Description:
Waktu mudik lalu dapat resep cheese muffin dari Nining. Makasih ya Ning. Menurut kami muffin ini enak, tidak keras. Bikinnya mudah, malah ngga perlu mengeluarkan mixer karena cukup diaduk pake spatula. Yang jelas ngembang bagus, ngga ambleg blas. he..he..he..

Rasanya ngeju sekali. Aku menggunakan keju tua karena Leo ngga doyan cheddar. Kata dia, makan cheddar kayak makan plastik. he..he..he..

Ingredients:
Bahan Kering:

300 gram tepung terigu
100 gram gula
2 sdt baking powder
1 sdt baking soda
1/2 sdt garam (menurutku bisa dihilangkan kalau pake keju tua)
100-150 gram keju parut. Aku pake keju tua.


Bahan Kering:

100 cc susu cair
100 cc minyak (aku pake zonnebloemolie atau sunflower oil)
2 buah telur


Directions:
1. Campurkan semua bahan kering dan aduk rata. Sisihkan

2. Kocok lepas telur, tambahkan bahan cair lainnya dan aduk lagi.

3. Tambahkan semua bahan cair ke dalam campuran bahan kering kemudian aduk sampai rata

3. Tuang adonan pada cetakan muffin.

4. Panggang sampai matang. Aku pake suhu 160 derajat (hot air) selama 25 menit.

Sunday, 23 May 2010

Foto-foto untuk jeng Evia....


Bukan Popeye lho ya...

Waktu itu mbokné Menik nanya tentang boneka sailors dari keramik yang aku beli di Volendam. Ini lho jeng fotonya.

Boneka sailors ini titipan adikku karena boneka yang dia punya retak. Aku kalau ngga kopdar ke Volendam muales beli ini, wong jauh dan angkotnya mahal. Perasaan belum pernah lihat boneka kayak gini di toko supenir lainnya. Kok yo aku nih beli cuma 1,5 pasang, bukan 2 pasang sekalian.

Selain itu, blio juga nanya tentang hasil gorengan actifry. Ini tak fotokan pisan. Ada krupuk udang, tahu dan lumpia. Yang jelas ngga bisa buat nggoreng risoles, kroket, bitterballen apalagi silken tofu kecuali kalau pengin ancur. he..he..he..

Sebelum digoreng, krupuk udangnya dipatah-patahkan dulu. Lumayan kok bisa mengembang walaupun irit banget minyak.

Saturday, 22 May 2010

Cumi Tahu Gongso


Description:
Ini nyontek bu lurah gara-gara tiap hari dipamerin babat gongso oleh emaknya si Alex. Dasar yo panasan, jadi kemropok diiming-imingi babat gongso tiap hari. he..he..he..

Resep asli memang menggunakan babat, tapi aku ganti dengan cumi. Leo paling ngga bisa makan jerohan, sudah jijik duluan. Dia juga ngga suka cumi, katanya rasanya seperti karet. he..he..he..tapi dia ngga masalah kalau aku masak cumi. Jadi yang makan ya cuma aku.

Aku tambahin tahu karena kebetulan punya tahu enak. Aku goreng tahunya pake actifry supaya ngga menggunakan banyak minyak. Enak juga tahu dimasak gongso gini, jadi resep ini bisa untuk hidangan vegan tanpa meat atau seafood sama sekali.

Resep asli ada disini. Terimakasih bu lurah resepnya...

Ingredients:
350 gram cumi-cumi
2 buah tahu besar, potong-potong dan goreng (bisa setengah mateng gorengnya)
1 butir bawang bombay (wong ngga punya bawang merah), dicincang
2 sdt jahe parut
4 siung bawang putih, uleg halus, campur dengan 50 cc air
4 sdm cabe giling
4 sdm kecap manis
1 sdt garam
1/2 sdt gula
Minyak untuk menumis


Directions:
1. Panaskan minyak dan tumis bawang bombay dan jahe sampai harum.

2. Masukkan cabe giling dan tumis lagi sampai cabe matang

3. Masukkan cumi-cumi dan aduk sampai berubah warna

4. Masukkan bawang putih, kecap, garam, gula dan oseng lagi

5. Masukkan tahu dan aduk sampai tercampur rata.

6. Kalau cumi sudah matang dan rasa sudah pas, angkat dan sajikan.

Ayo makan cumi gongso internasional. he..he..he...disebut internasional karena cuminya dari California Amrik, bawang putihnya dari Spanyol, garam dan gula produk Belanda, kecap import dari Indonesia, tahu dibuat di Belanda tapi mungkin kedelainya import. Oh ya, cumi California itu kok cepet empuk ya, dan ngga terlalu berasa kayak karet. Mari makan......