Showing posts with label mudik. Show all posts
Showing posts with label mudik. Show all posts

Wednesday, 18 February 2009

Seri mudik: Aku nyalon, Leo yang bingung.....

Waktu mudik lalu, aku melihat banyak banget spanduk gambar para calon eksekutif tingkat daerah (bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota) dipasang di jalan-jalan dan di gang-gang. Terus terang aku ngga ingat baik gambar ataupun nama-nama mereka, wong saking buanyaknya. Jadi kalau aku disuruh milih gubernur dan walikota, aku juga ngga tahu siapa yang harus aku pilih. Lha wong wajahnya aja lupa, apalagi programnya.

Kabarnya menjelang pemilu sekarang ini malah makin parah. Rasanya ngga ada jalan, pengkolan ataupun gang yang ngga ada spanduknya. Para calon ini bener-bener memanfaatkan waktu kampanye sebaik-baiknya, bahkan kadang berlebihan. Siapapun nyalon, dari mulai artis sampai dengan anggota partai. Sebagai rakyat, aku bingung mau nyoblos siapa waktu pemilu nanti. Semua menyebar janji pada pesta demokrasi ini. Setelah terpilih, ya nanti dulu, tidak ada jaminan kalau janji tersebut ditepati.

Melihat begitu maraknya mereka nyalon, aku yo ngga mau kalah. Aku juga nyalon. Tapi aku nyalonnya ngga butuh teriak-teriak, ngga pake menyebar janji, ngga pake mengumpulkan massa, ngga memasang spanduk yang kadang bisa bikin kota kotor. Nyalonku rileks, santai, yang penting tujuan tercapai!!!

Aku nyalon di Depok. Berangkat jam 8, sampai rumah jam 8 malam (karena pulangnya hujan, jalan macet, ngga ada angkot...hi...hi...hi...kayak Cinta Laura, udah ujan becek ngga ada ojek). Leo ngga ikut, soalnya laki-laki biasanya ngga sabar kalau istrinya nyalon. Jadi mendingan dia ditinggal di rumah untuk jaga rumah.

Pokoknya setelah nyalon, rasanya santai, enak, bersih. Lha gimana ngga enak, wong pertama seluruh badan dipijit, terus dilulur, setelah itu disuruh mandi pake air anget, kemudian dikasih minum anget pake ramuan tradisional. Wangi, manis dan enak. Setelah itu facial, totok wajah, diberisihin kuping. Pokoknya beberapa kali sempat tertidur selama nyalon.

Setelah selesai wajah, giliran rambut dikeramas, creambath, potong, di-blow, pokoknya komplit. Terus masih ada pedicure dan menicure......pokoknya dari ujung rambut sampai ujung kaki lengkap. Karena mbak-mbaknya banyak (dan ramah-ramah), dan waktu itu hari kerja, aku ngga pernah harus nunggu giliran dari satu tahap ke tahap yang lain. 

Walaupun salonnya kecil tapi peralatannya menurutku cukup lengkap. Tersedia juga ruang khusus untuk sholat.   

Berapa biayanya? Cuma 350 ribu rupiah saja. Aku sebut "cuma" karena sebelum mudik, aku potong di sini, dan harus keluar 22,5 Euro hanya sekedar potong rambut thok, ngga pake dikeramas, ngga pake dikeringin pake hair dryer. Setelah bayar, dalam hati ngomel uring-uringan. Sialan....cuma potong aja 22,5 Euro (pada waktu itu 1 Euro sekitar Rp.12.500,-).

Ketika masih di salon, adikku telpon dari kantor ke HPku, dia bilang:

"Dimana sekarang? Dicariin tuh sama laki lu. Dia sms aku, nanyain kamu dimana kok ngga pulang-pulang......"

Aku lupa kasih tahu nomor HPku yang baru ke Leo (aku waktu itu memang baru saja beli nomor Simpati baru). Terus aku telpon Leo:

"Sorry, aku masih di salon.....kan aku sudah bilang, aku ke salon, ngga kemana-mana"

"Ngapain aja ke salon sampai lebih dari 10 jam gitu? Aku kalau potong rambut ke kapper cuma butuh waktu 15 menit, ini sampai 10 jam lebih ngga ada berita.........aku khawatir terjadi apa-apa denganmu. Sudah gitu, aku ngga punya nomor HPmu......"

"Sorry...sorry....Lha aku kan sudah bilang, aku mau facial, creambath dll...." 

"Masak gitu aja sampai seharian??????????"

Dia bener-bener bingung, ngga mudeng sama sekali, nyalon aja kok bisa sampai lama gitu. He...he...he...ternyata aku harus menerangkan lebih rinci lagi ke dia, kalau nyalon di Indonesia itu bisa berjam-jam......dan harganya murah.....coba kalau di sini, nyalon kayak gitu bisa kena ratusan yuro.

PS. Waktu itu aku juga ketemu Linda yang juga ikutan nyalon. Tapi dia nyalonnya bentar, soalnya cuma memanfaatkan waktu jam makan siang. Kapan-kapan kita nyalon lagi ya Linda.......terus siapa tahu setelah itu kita bisa nyapres. he...he...he...

 

     

 

Thursday, 11 December 2008

Seri mudik: Sapa sih dia?

Waktu itu kami sedang nonton TV. Kebetulan kok ya tentang infotainment. Di layar tivi ditayangkan seorang artis yang sedang diwawancarai wartawan. Leo berkomentar:

"Who is she? Her Bahasa Indonesia is so terrible......I don't speak Bahasa Indonesia tapi aku bisa lihat kalau Bahasa Indonesianya jelek sekali...."

Lha wong Leo sendiri ngga bisa berbahasa Indonesia kok berani-beraninya mengomentari Bahasa Indonesianya orang yang separo Indonesia. Sebelum menikah, Leo dulu pernah belajar bahasa Indonesia pake sistem jarak jauh. Tapi begitu menikah, dia sudah malas belajar Bahasa Indonesia. Alasan utamanya karena sudah terlalu capek untuk belajar setelah pulang dari kantor. Padahal aku lihat nilai-nilainya cukup bagus (minimal 8 dan biasanya 9 atau 10).   

Kembali ke pokok awal. Aku jawab pertanyaan Leo:

"Namanya Cinta Laura. Dia itu artis, pokoknya dari kalangan selebritis....."

"Lha kok bisa jadi seleb, wong bahasa Indonesianya jelek gitu......."

He...he...he...belum tahu dia kalau aksennya si seleb tersebut ngetrend, walaupun sebenarnya aku juga ngga tahu secara persis, ngetrend nya karena pemujaan para penggemar kepada artis atau justru memperolok-olok sang artis. Lagian emang ada test bahasa Indonesia untuk jadi artis?

 

Tuesday, 14 October 2008

Akhirnya kami memutuskan untuk mudik...

Hari ini kami memutuskan untuk mudik. Keputusan baru kami ambil walaupun kami beli tiketnya sudah lama. Ada banyak pertimbangan apakah kami hari ini mudik atau tidak karena sejak Ramadhan lalu kami prihatin: Leo sakit sampai harus dibawa ke rumah sakit, kemudian ibu mertua pingsan dan jatuh serta saya sendiri juga sakit.

Mohon doa restu ya teman-teman semoga perjalanan kami lancar, semoga kami diberkahi kesehatan, keselamatan, segala urusan kami bisa kami selesaikan dengan baik, serta kami bisa menikmati liburan. Semoga kami bisa balik lagi ke Belanda dengan sehat dan selamat pula. Amin.

Mohon maaf apabila aku ngga bisa berkunjung ke rumah maya teman-teman semua.

Beste Gerda en Dick,

Vandaag gaan we naar IndonesiĆ« om mijn familie te bezoeken. Zie jullie in november.  

Groetjes,

Sri

Thursday, 29 November 2007

Panas nih dipamerin mulu.....


Ini di Asemka Petak Sembilan

Beberapa hari ini dipamerin gambar-gambar oleh bu Ine, bu Welly en bu Haley ...panas nih jadinya....(hi...hi..hi...emang dasarnya panasan). Gue juga punya foto-foto mirip gitu. Ini buktinya kalau nggak percaya (dasar tukang pamer....he...he...he...).

Ini foto-foto waktu mudik dulu. Dikomandoi oleh bu lurah aka bu Ine (terimakasih ya mbak Ine). Waktu itu rutenya BSD, terus ke Titan untuk belajar bakpao diajari oleh bu guru Stella dan belajar roti oleh bu guru Joice. Besoknya ke Asemka Petak Sembilan dan Mangga Dua.

Terimakasih teman-teman semua....that was one of the most wonderful mudiks I have ever had, walaupun sempat kecopetan juga....he...he...he...