Tuesday, 4 December 2007

You are just a girl....

Seharusnya aku nanya dulu ke mbak Agnes, Sefa atau Nana sebelum diledek Leo. Waktu itu aku punya masalah dengan computer screen ku. Sebel juga, padahal baru saja diganti baru. Yang dulu rusak, tapi karena masih dalam garansi, kami bisa minta diperbaiki secara gratis. Ternyata kerusakannya nggak bisa diperbaiki lagi, jadi mereka ganti yang baru. Mosok screen baru sudah rusak lagi. Langsung aku cari Leo.

"I am afraid we have a problem"

Aku menggunakan kata "we" walaupun itu computer screen punyaku tapi yang akhirnya memperbaiki kan dia. Jadi bener to aku menggunakan kata "we"?

"Wat is er? (emangnya kenapa?)................"

"Usually when I shut down the computer, it is mentioned "no signal"....but recently it always mentions "kein signal"......my old screen also mentioned "no signal", not "kein signal"......"

Langsung Leo tersenyum dan berusaha untuk menahan tawa (wis pokoké nyebelin mukanya ....muka ngeledek).

"You are just a girl......."

Kalau sudah ngomong gini, pasti dia akan meneruskan dengan kalimat yang paling nyebelin: "women and computer are a very bad combination"

Aku sering protes dengan kalimat nyebelin itu karena menurutku itu adalah konstruksi sosial tapi dia ngotot kalau most women do not have technical skills......

"Inderdaad ben ik een meisje (off course I am a girl)....but what's wrong with my computer....It mentions "kein" instead of "no" and mmmmm....and if I am not mistaken it also mentions "meldung" or whatever it is.... I don't remember......."

Leo nggak bisa nahan tawa lagi. Dia bilang:

"It's German......."

Hua....ha....ha....aku akhirnya mentertawakan kebodohanku. Kok ya nggak mikir kalau "kein" dalam bahasa Belanda kan artinya "geen" atau dalam bahasa Inggris "no". Waktu itu sih sudah kepikir ke sana, tapi aku pikir kok kemudian ada kata "meldung" segala.

"Lha kalau "meldung" apa artinya?"

"Message in English and Melding in Dutch...."

Oh iya ya....kok ya nggak mikir ada kata "melding"dalam bahasa Belanda. Sudah tahu bego, tapi tetap saja nggak mau ngalah....

"Habisnya sih pake bahasa Jerman segala, aku kan nggak ngerti...."

"Medion is German brand....." Merk computerku memang Medion

"But I don't speak German....."

"So...when suddenly the computer talked German to you, you were panic.......?????"

Aku nggak bisa menahan tawa juga. Lha gimana, wong bahasa yang dipake komputerku macem-macem. Untuk windows pake bahasa Belanda, untuk Microsoft Word pake bahasa Inggris, Outlook Express pake bahasa Belanda, Internet Explorer pake bahasa Inggris, waktu shut down pake bahasa Belanda....eh....lha kok setelah di-shut down dan sebelum mati ngomong pake bahasa Jerman segala. Mana gue tahu coba.....(halah alasan!!!!). Komputer nggak pa-pa kok disalahin... 

Catatan: gambar di atas adalah patung seorang meisje (gadis) Belanda yang aku ambil di Madurodam.

 

 

 

 

You are just a girl....

Seharusnya aku nanya dulu ke mbak Agnes, Sefa atau Nana sebelum diledek Leo. Waktu itu aku punya masalah dengan computer screen ku. Sebel juga, padahal baru saja diganti baru. Yang dulu rusak, tapi karena masih dalam garansi, kami bisa minta diperbaiki secara gratis. Ternyata kerusakannya nggak bisa diperbaiki lagi, jadi mereka ganti yang baru. Mosok screen baru sudah rusak lagi. Langsung aku cari Leo.

"I am afraid we have a problem"

Aku menggunakan kata "we" walaupun itu computer screen punyaku tapi yang akhirnya memperbaiki kan dia. Jadi bener to aku menggunakan kata "we"?

"Wat is er? (emangnya kenapa?)................"

"Usually when I shut down the computer, it is mentioned "no signal"....but recently it always mentions "kein signal"......my old screen also mentioned "no signal", not "kein signal"......"

Langsung Leo tersenyum dan berusaha untuk menahan tawa (wis pokoké nyebelin mukanya ....muka ngeledek).

"You are just a girl......."

Kalau sudah ngomong gini, pasti dia akan meneruskan dengan kalimat yang paling nyebelin: "women and computer are a very bad combination"

Aku sering protes dengan kalimat nyebelin itu karena menurutku itu adalah konstruksi sosial tapi dia ngotot kalau most women do not have technical skills......

"Inderdaad ben ik een meisje (off course I am a girl)....but what's wrong with my computer....It mentions "kein" instead of "no" and mmmmm....and if I am not mistaken it also mentions "meldung" or whatever it is.... I don't remember......."

Leo nggak bisa nahan tawa lagi. Dia bilang:

"It's German......."

Hua....ha....ha....aku akhirnya mentertawakan kebodohanku. Kok ya nggak mikir kalau "kein" dalam bahasa Belanda kan artinya "geen" atau dalam bahasa Inggris "no". Waktu itu sih sudah kepikir ke sana, tapi aku pikir kok kemudian ada kata "meldung" segala.

"Lha kalau "meldung" apa artinya?"

"Message in English and Melding in Dutch...."

Oh iya ya....kok ya nggak mikir ada kata "melding"dalam bahasa Belanda. Sudah tahu bego, tapi tetap saja nggak mau ngalah....

"Habisnya sih pake bahasa Jerman segala, aku kan nggak ngerti...."

"Medion is German brand....." Merk computerku memang Medion

"But I don't speak German....."

"So...when suddenly the computer talked German to you, you were panic.......?????"

Aku nggak bisa menahan tawa juga. Lha gimana, wong bahasa yang dipake komputerku macem-macem. Untuk windows pake bahasa Belanda, untuk Microsoft Word pake bahasa Inggris, Outlook Express pake bahasa Belanda, Internet Explorer pake bahasa Inggris, waktu shut down pake bahasa Belanda....eh....lha kok setelah di-shut down dan sebelum mati ngomong pake bahasa Jerman segala. Mana gue tahu coba.....(halah alasan!!!!). Komputer nggak pa-pa kok disalahin... 

Catatan: gambar di atas adalah patung seorang meisje (gadis) Belanda yang aku ambil di Madurodam.

 

 

 

 

You are just a girl....

Seharusnya aku nanya dulu ke mbak Agnes, Sefa atau Nana sebelum diledek Leo. Waktu itu aku punya masalah dengan computer screen ku. Sebel juga, padahal baru saja diganti baru. Yang dulu rusak, tapi karena masih dalam garansi, kami bisa minta diperbaiki secara gratis. Ternyata kerusakannya nggak bisa diperbaiki lagi, jadi mereka ganti yang baru. Mosok screen baru sudah rusak lagi. Langsung aku cari Leo.

"I am afraid we have a problem"

Aku menggunakan kata "we" walaupun itu computer screen punyaku tapi yang akhirnya memperbaiki kan dia. Jadi bener to aku menggunakan kata "we"?

"Wat is er? (emangnya kenapa?)................"

"Usually when I shut down the computer, it is mentioned "no signal"....but recently it always mentions "kein signal"......my old screen also mentioned "no signal", not "kein signal"......"

Langsung Leo tersenyum dan berusaha untuk menahan tawa (wis pokoké nyebelin mukanya ....muka ngeledek).

"You are just a girl......."

Kalau sudah ngomong gini, pasti dia akan meneruskan dengan kalimat yang paling nyebelin: "women and computer are a very bad combination"

Aku sering protes dengan kalimat nyebelin itu karena menurutku itu adalah konstruksi sosial tapi dia ngotot kalau most women do not have technical skills......

"Inderdaad ben ik een meisje (off course I am a girl)....but what's wrong with my computer....It mentions "kein" instead of "no" and mmmmm....and if I am not mistaken it also mentions "meldung" or whatever it is.... I don't remember......."

Leo nggak bisa nahan tawa lagi. Dia bilang:

"It's German......."

Hua....ha....ha....aku akhirnya mentertawakan kebodohanku. Kok ya nggak mikir kalau "kein" dalam bahasa Belanda kan artinya "geen" atau dalam bahasa Inggris "no". Waktu itu sih sudah kepikir ke sana, tapi aku pikir kok kemudian ada kata "meldung" segala.

"Lha kalau "meldung" apa artinya?"

"Message in English and Melding in Dutch...."

Oh iya ya....kok ya nggak mikir ada kata "melding"dalam bahasa Belanda. Sudah tahu bego, tapi tetap saja nggak mau ngalah....

"Habisnya sih pake bahasa Jerman segala, aku kan nggak ngerti...."

"Medion is German brand....." Merk computerku memang Medion

"But I don't speak German....."

"So...when suddenly the computer talked German to you, you were panic.......?????"

Aku nggak bisa menahan tawa juga. Lha gimana, wong bahasa yang dipake komputerku macem-macem. Untuk windows pake bahasa Belanda, untuk Microsoft Word pake bahasa Inggris, Outlook Express pake bahasa Belanda, Internet Explorer pake bahasa Inggris, waktu shut down pake bahasa Belanda....eh....lha kok setelah di-shut down dan sebelum mati ngomong pake bahasa Jerman segala. Mana gue tahu coba.....(halah alasan!!!!). Komputer nggak pa-pa kok disalahin... 

Catatan: gambar di atas adalah patung seorang meisje (gadis) Belanda yang aku ambil di Madurodam.

 

 

 

 

Sunday, 2 December 2007

Ketemu Zwarte Piet di Den Bosch


Cafenya laris banget, sampai banyak orang bela-belain ngantri untuk masuk dapat giliran...

Kemarin sebelum ke Utrecht, Ekani dan aku ke Den Bosch dulu untuk maen ke tempat Dyah. Kami bertiga kemudian ke centrum. Karena Sabtu kebetulan hari pasar, jadi lihat-lihat pasar dulu. Pengin cari tas tapi nggak ada yang cocok.

Kebetulan ketemu Zwarte Pieten yang sedang bagi-bagi hadiah untuk anak-anak. Tapi...kami nggak ikut kebagian. hiks...hiks...hiks.... Sinterklaas nya kebetulan nggak ada...mungkin masih sibuk di Spanyol. he....he...he...

Kebetulan Zwarte Pietennya kecil-kecil (untuk ukuran Belanda). Kami kemudian berfoto bersama mereka.

Selain ketemu Zwarte Pieten, kami ketemu Amnesty International. Mereka sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mengirimkan petisi kepada pemerintah China. Ada seorang penduduk di sana yang dipenjara dan dipukuli karena menentang regulasi aborsi yang dijalankan oleh pemerintah (kan regulasinya katanya 1 keluarga cuma boleh punya 1 anak kan?). Petisi tersebut sebagai tanda protes supaya pemerintah menghentikan penyiksaan dan melepaskan orang tersebut. Nggak pake mikir lagi, langsung aja tanda-tangan...setelah itu, potret deh sama Mevrouw Amnesty International yang cantik.....

Setelah itu ke rumah Dyah dan disuguh mie ayam dengan bakso....aduh...sedap banget....uenak pokoknya, apalagi sudah lama nggak makan mie bakso kayak gitu....Jam 2 kami berangkat ke stasiun menuju Utrecht.

Ketemu Zwarte Piet di Den Bosch


Cafenya laris banget, sampai banyak orang bela-belain ngantri untuk masuk dapat giliran...

Kemarin sebelum ke Utrecht, Ekani dan aku ke Den Bosch dulu untuk maen ke tempat Dyah. Kami bertiga kemudian ke centrum. Karena Sabtu kebetulan hari pasar, jadi lihat-lihat pasar dulu. Pengin cari tas tapi nggak ada yang cocok.

Kebetulan ketemu Zwarte Pieten yang sedang bagi-bagi hadiah untuk anak-anak. Tapi...kami nggak ikut kebagian. hiks...hiks...hiks.... Sinterklaas nya kebetulan nggak ada...mungkin masih sibuk di Spanyol. he....he...he...

Kebetulan Zwarte Pietennya kecil-kecil (untuk ukuran Belanda). Kami kemudian berfoto bersama mereka.

Selain ketemu Zwarte Pieten, kami ketemu Amnesty International. Mereka sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mengirimkan petisi kepada pemerintah China. Ada seorang penduduk di sana yang dipenjara dan dipukuli karena menentang regulasi aborsi yang dijalankan oleh pemerintah (kan regulasinya katanya 1 keluarga cuma boleh punya 1 anak kan?). Petisi tersebut sebagai tanda protes supaya pemerintah menghentikan penyiksaan dan melepaskan orang tersebut. Nggak pake mikir lagi, langsung aja tanda-tangan...setelah itu, potret deh sama Mevrouw Amnesty International yang cantik.....

Setelah itu ke rumah Dyah dan disuguh mie ayam dengan bakso....aduh...sedap banget....uenak pokoknya, apalagi sudah lama nggak makan mie bakso kayak gitu....Jam 2 kami berangkat ke stasiun menuju Utrecht.

Ketemu Zwarte Piet di Den Bosch


Cafenya laris banget, sampai banyak orang bela-belain ngantri untuk masuk dapat giliran...

Kemarin sebelum ke Utrecht, Ekani dan aku ke Den Bosch dulu untuk maen ke tempat Dyah. Kami bertiga kemudian ke centrum. Karena Sabtu kebetulan hari pasar, jadi lihat-lihat pasar dulu. Pengin cari tas tapi nggak ada yang cocok.

Kebetulan ketemu Zwarte Pieten yang sedang bagi-bagi hadiah untuk anak-anak. Tapi...kami nggak ikut kebagian. hiks...hiks...hiks.... Sinterklaas nya kebetulan nggak ada...mungkin masih sibuk di Spanyol. he....he...he...

Kebetulan Zwarte Pietennya kecil-kecil (untuk ukuran Belanda). Kami kemudian berfoto bersama mereka.

Selain ketemu Zwarte Pieten, kami ketemu Amnesty International. Mereka sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mengirimkan petisi kepada pemerintah China. Ada seorang penduduk di sana yang dipenjara dan dipukuli karena menentang regulasi aborsi yang dijalankan oleh pemerintah (kan regulasinya katanya 1 keluarga cuma boleh punya 1 anak kan?). Petisi tersebut sebagai tanda protes supaya pemerintah menghentikan penyiksaan dan melepaskan orang tersebut. Nggak pake mikir lagi, langsung aja tanda-tangan...setelah itu, potret deh sama Mevrouw Amnesty International yang cantik.....

Setelah itu ke rumah Dyah dan disuguh mie ayam dengan bakso....aduh...sedap banget....uenak pokoknya, apalagi sudah lama nggak makan mie bakso kayak gitu....Jam 2 kami berangkat ke stasiun menuju Utrecht.

Saturday, 1 December 2007

Siapa mau nebeng limousine saya??????




Proyek Mega Berlian saja belum berhasil, berani-beraninya bergaya kayak gini. Sampai-sampai Leo geleng-geleng kepala sambil....ck....ck....ck....

Tadi Ekani, Dyah dan aku pergi ke Utrecht. Kebetulan ada wedding party di sana. Mungkin yang nikahan orang kaya karena banyak limousine di sana (walaupun sih biasanya sewaan, bukan punya sendiri).

Banyak orang ngerubungi mobil-mobil mewah ini, dan malah ada satu atau dua ada yang motret segala (ternyata bule sama juga noraknya kayak kita. he...he...he...). Waktu aku coba nyuri-nyuri motret, eh...lha kok malah dipanggil sama sopirnya. Disuruh foto bareng. Akhirnya jadilah fotoku nyender di Rolls-Royce. Sudah cocok belum aku jadi orang kaya? ha...ha...ha...

Setelah puas ngelihat mobil mewah (maklum nggak punya, jadi harus puas dengan ngelihat en nyender doang), kami meneruskan jalan-jalan. Ini beberapa gambar yang sempat dijepret.