Saturday, 27 October 2007

MFM #8: Tumis baby corn

Berhubung sudah diuber-uber sama presiden terpilih MFM #8 aka diajeng Haley, akhirnya jadilah tumis baby corn ini.

Aku pake baby corn kalengan (wong belum pernah lihat baby corn segar di sini). Mau metik jagung (di kebon orang), ternyata tanaman jagung di desaku belum ada yang panen (lihat gambar di bawah). Mau beli jagung di supermarket atau pasar, males soalnya sering hujan.

Ini resep kefefet (yang semua orang pasti sudah tahu to?), daripada ditanya mulu sama sang presiden. Mau dibilang nggak kreatip yo biarin, yang penting Leo dikasih makanan ini langsung anteng dan makan banyak walaupun tanpa daging ataupun ikan. Yang jelas bagus untuk dia karena dia punya darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Karena pengin beraroma minyak wijen dan jahe, maka aku tambah kedua jenis bahan ini walaupun makanan ini cenderung vegan. Nggak pake jahe sebenarnya juga nggak pa-pa wong nggak amis. Ini salah satu menu harian kami yang tahu diri kalau sudah mulai sepuh (tua) untuk mengkonsumsi daging dan sejenisnya.  

Bahan:

1 kaleng baby corn, potong serong

1 buah tahu (325 gr), potong-potong dan goreng (matang atau setengah matang)

2 wortel potong-potong, potong-potong

1 genggam kembang kol, potong-potong kuntumnya

1,5 genggam kapri

100 gr jamur merang, potong-potong

2 genggam kacang polong (aku pake yang frozen)

1/3 paprika merah, potong-potong

1/3 paprika kuning, potong-potong

1 buah bawang bombay (75 gr), cincang

4 siung bawang putih, cincang

1,5 cm jahe diparut atau dicincang halus

1 batang daun bawang, potong-potong

2 sdm olive oil untuk menumis (bisa minyak goreng lainnya)

2 sdt minyak wijen

200 ml air atau kaldu (bisa kurang bisa lebih tergantung selera. Aku pake air)

2 sdt maizena larutkan dengan sedikit air (optional)

Saus (campur jadi satu):

1 sdm olive oil (atau minyak goreng lainnya atau air)

1/2 sdt merica bubuk

1/2 sdt garam

1 sdt gula pasir 

1 sdm saus tiram

1 sdt kecap manis

1/2 kaldu blok

Cara:

1. Panaskan minyak dan tumis bawang putih dan jahe sampai harum

2. Masukkan bawang bombay dan tumis lagi

3. Masukkan wortel dan tumis hingga setengah matang (atau 1/4 matang kalau suka renyah) 

4. Masukkan kembang kol, tumis sampai layu

5. Masukkan kapri dan paprika

6. Masukkan jamur merang dan daun bawang

7. Masukkan saus dan aduk rata. 

8. Masukkan air sampai mendidih

9. Masukkan tahu goreng

10. Masukkan larutan maizena. Cicipi dan koreksi rasa

PS. Muhun maap gambarnya kurang tajam en terlalu gelap, padahal aslinya warna-warni kayak pelangi. Suwer....

Ini lho bu presiden, kalau nggak percaya, tanaman jagung di desaku belum panen.....

 

 

 

 

 

Thursday, 25 October 2007

Ke Amsterdam




Diajak Dyah jalan-jalan ke Amsterdam untuk ketemu Ika yang sedang keliling di beberapa negara di Eropa. Ini foto-fotonya.

Kami jalan-jalan saja keliling kota, misalnya ke Dam, alun-alunnya Amsterdam. Kebetulan ada pasar malam di sana. Kami juga ke museum Anne Frank.

Saturday, 13 October 2007

Puasa turun 2 kilo...

Horee.....puasa turun 2 kilo. Seumur-umur baru pertama kali ini puasa bisa turun berat badan. Biasanya mau puasa mau enggak, berat tetep aja, atau kalaupun turun cuma 1/2 kilo. 

Bulan puasa tahun ini malah turun sampai 2 kilo.....alhamdulillah... Mungkin kalau untuk orang lain 2 kilo nggak ada apa-apanya, tapi buatku prestasi karena aku termasuk orang yang susah banget untuk menurunkan berat badan.

Puasa tahun ini memang aku hampir nggak pernah sahur. Sahurku cuma air. Pernah sahur dengan makanan malah penyakit maagku kumat cukup parah. Seharian malah rasanya sengsara, mau batal puasa rasanya sayang banget. Selama bulan puasa aku sahur dengan makanan dua kali dan kedua-duanya malah bikin kumatnya sakit maag. Ya sudah, memang aku harus cuma minum saja, nggak boleh makan sahur. Aku tidak boleh memaksakan diri untuk makan daripada malah muntah kan malah nggak bagus ya.

Sekarang gimana caranya mempertahankan dan bahkan menurunkan berat badan lagi setelah lebaran, setelah makan makanan yang bersantan, kacang, keju dan cake. Harus rajin ke gym lagi, harus rajin ngepit (bersepeda) lagi dan back to sayur asem.......

Catatan: gambar yang aku pasang adalah fotoku waktu di gym. Ini sudah selesai mau pulang, ternyata ada seorang instruktur yang berbaik hati mau motretin aku...

 

 

Wednesday, 10 October 2007

Akhirnya berhasil....sueneng aku...

Horeeee....akhirnya berhasil. Ini nyontek mbak Esther lagi. Terimakasih ya mbak Esther atas tips dan resepnya. Muuuaaachhh.....

Dari dulu aku nggak pernah bisa bikin kering kentang yang bisa renyah. Sudah coba berbagai resep, gagal mulu. Bingung aku, orang-orang kok pada pinter, aku kok gagal mulu. Untung masih bandel, nggak mau nyerah, akhirnya jadilah kering kentang yang renyah ini. Aku pake tipsnya mbak Esther dengan cara merendam kentang dalam air panas. Selain itu aku juga pake tips dari Leo dalam menggoreng (aku sering lihat gimana Leo nggoreng brambang dan cara itu bisa ditiru untuk kentang. Londo malah lebih pinter nggoreng brambang (bawang merah) daripada aku yang Jowo. hi...hi...hi...). Dia malah kasih tip supaya pake serbet untuk mengeringkan kentang.

Salah satu kesalahanku dulu adalah nggak sabar, nggak bisa ngiris secara konsisten. Leo bilang aku disuruh pake food processor saja. Dan dalam beberapa menit (atau malah detik ya), 1,2 kg kentang sudah teriris dengan rapi.

Di resep asli pake 1 kg kentang dan teri serta kacang. Berhubung aku cuma pengin belajar bikin kering kentang saja, maka aku nggak tambahin kacang dan teri (apalagi Leo punya darah tinggi).  RESEP ASLI DARI MBAK ESTHER ada disini.

Ini nih resep dan caranya:

Bahan:

1,2 kg kentang

1 sdm bawang putih cincang goreng (mau ngalusin males, jadi dicincang saja sebelum digoreng)

1 sdm brambang (bawang merah) goreng (tapi aku lupa).

Bumbu:

2 sdm gula merah (aku pake gula aren)

1 sdm gula pasir

1 sdm sambel oelek (males mau nggiling cabe)

1 sdm air asem yang kuentel banget. Aku pake tamarind ekstrak beli di supermarket.

1 cm laos cincang halus

 2 lembar daun salam

3 lembar daun jeruk

Air dingin 

Air mendidih

Nggak pake garam karena sambel oelek sudah asin (sambel yang dulu aku cela, wong sambel kok uasin dan kecut). Merk sambel oelek yang aku pake ada di sini.

Cara:

1. Rajang kentang. Aku pake food processor. Wuuut...dalam itungan detik, 1 kentang sudah teriris rapi.

2. Cuci kentang sampai tidak keruh airnya. Aku cuci 2 kali.

3. Tiriskan kentang dan kemudian masukkan dalam baskom atau panci.

4, Masukkan air panas dan rendam dalam air panas dan biarkan sejenak.

5. Tiriskan kentang YANG AKAN DIGORENG SAJA. Yang belum akan digoreng, tetap direndam dalam air panas. Aku malah tutup pancinya supaya air tetap panas.

6. Tip dari Leo: taruh kentang yang akan digoreng dan sudah ditiriskan di atas serbet dan dilap supaya kering. Ini supaya air cepat hilang dan untuk menghidari busa yang terlalu banyak waktu di goreng.

7. Goreng kentang semuanya sampai kering.

8. Campur gula merah, gula putih, air asam, dan sambel oelek, daun salam, laos dan daun jeruk

9. Masak bumbu di atas api sampai mengental tapi tidak berbusa. Kemudian matikan api.

10. Masukkan kentang dan campur rata. Kemudian masukkan bawang putih yang sudah digoreng.

Kata mbak Esther kalau kering kentang nya lemes ketika dicampur bumbu, itu artinya bumbunya masih kurang kental (terlalu banyak air). Kata blio, tinggal dioven saja dengan suhu 160 derajat Celcius selama 30 menit atau sampai kering supaya renyah lagi.

TIPS DARI LEO UNTUK MENGGORENG (aku belajar dari dia bagaimana menggoreng brambang supaya renyah dan supaya minyak tidak tumpah):

a. Gunakan minyak banyak dan panas. Kalau nggak panas, hasi gorengan akan berminyak.

b. Aku biasanya nggoreng pake panci dan minyaknya tidak sampai penuh untuk menghidari tumpahnya minyak.

c. Setelah minyak panas, karena aku penakut, sebelum kentang dimasukkan aku kecilin dulu apinya sampai minimum, baru kentang aku masukkan.

d. Masukkan kentang ke minyak sedikit demi sedikit, sejumput demi sejumput. Begitu sejumput masuk, minyak akan berbusa naik. Tunggu sampai busa minyak turun atau agak turun dulu, kemudian masukkan sejumput lagi, begitu seterusnya. Ini untuk menghindari minyak tidak tumpah.

Jangan khawatir kentang tidak akan mateng barengan. Pengalamanku kentang tetap akan mateng barengan. Karena ketika kentang dimasukkan, suhu minyak akan turun drastis dan air dalam kentang akan mulai berevaporasi (inilah mengapa kemudian minyak berbusa karena busa tersebut berasal dari air dalam kentang).

e. Besarkan api lagi (aku paling berani cuma 3/4 nggak sampai maksimum. Kalau Leo sih berani sampai maksimum)

f. Sekali-sekali diaduk supaya matengnya rata.

g. Bagaimana mengetahui kentang sudah renyah? Bila busa sudah menghilang artinya kentang sudah mateng renyah. Artinya kandungan air dalam kentang sudah hilang. Biasanya aku angkat sebelum busa menghilang sama sekali. Setelah diangkat dari minyak biasanya kentang masih akan mengalami proses pematangan.

Horee....sekarang punya kering kentang untuk lebaran......Tinggal bikin rendang, sambel goreng sama lontong. Snack sudah punya yaitu kacang bawang dan kaasstengels goreng.

Sekali lagi terimakasih ya mbak Esther. Aku seneng banget...huuugggsss....

 

 

   

 

Akhirnya berhasil....sueneng aku...

Horeeee....akhirnya berhasil. Ini nyontek mbak Esther lagi. Terimakasih ya mbak Esther atas tips dan resepnya. Muuuaaachhh.....

Dari dulu aku nggak pernah bisa bikin kering kentang yang bisa renyah. Sudah coba berbagai resep, gagal mulu. Bingung aku, orang-orang kok pada pinter, aku kok gagal mulu. Untung masih bandel, nggak mau nyerah, akhirnya jadilah kering kentang yang renyah ini. Aku pake tipsnya mbak Esther dengan cara merendam kentang dalam air panas. Selain itu aku juga pake tips dari Leo dalam menggoreng (aku sering lihat gimana Leo nggoreng brambang dan cara itu bisa ditiru untuk kentang. Londo malah lebih pinter nggoreng brambang (bawang merah) daripada aku yang Jowo. hi...hi...hi...). Dia malah kasih tip supaya pake serbet untuk mengeringkan kentang.

Salah satu kesalahanku dulu adalah nggak sabar, nggak bisa ngiris secara konsisten. Leo bilang aku disuruh pake food processor saja. Dan dalam beberapa menit (atau malah detik ya), 1,2 kg kentang sudah teriris dengan rapi.

Di resep asli pake 1 kg kentang dan teri serta kacang. Berhubung aku cuma pengin belajar bikin kering kentang saja, maka aku nggak tambahin kacang dan teri (apalagi Leo punya darah tinggi).  RESEP ASLI DARI MBAK ESTHER ada disini.

Ini nih resep dan caranya:

Bahan:

1,2 kg kentang

1 sdm bawang putih cincang goreng (mau ngalusin males, jadi dicincang saja sebelum digoreng)

1 sdm brambang (bawang merah) goreng (tapi aku lupa).

Bumbu:

2 sdm gula merah (aku pake gula aren)

1 sdm gula pasir

1 sdm sambel oelek (males mau nggiling cabe)

1 sdm air asem yang kuentel banget. Aku pake tamarind ekstrak beli di supermarket.

1 cm laos cincang halus

 2 lembar daun salam

3 lembar daun jeruk

Air dingin 

Air mendidih

Nggak pake garam karena sambel oelek sudah asin (sambel yang dulu aku cela, wong sambel kok uasin dan kecut). Merk sambel oelek yang aku pake ada di sini.

Cara:

1. Rajang kentang. Aku pake food processor. Wuuut...dalam itungan detik, 1 kentang sudah teriris rapi.

2. Cuci kentang sampai tidak keruh airnya. Aku cuci 2 kali.

3. Tiriskan kentang dan kemudian masukkan dalam baskom atau panci.

4, Masukkan air panas dan rendam dalam air panas dan biarkan sejenak.

5. Tiriskan kentang YANG AKAN DIGORENG SAJA. Yang belum akan digoreng, tetap direndam dalam air panas. Aku malah tutup pancinya supaya air tetap panas.

6. Tip dari Leo: taruh kentang yang akan digoreng dan sudah ditiriskan di atas serbet dan dilap supaya kering. Ini supaya air cepat hilang dan untuk menghidari busa yang terlalu banyak waktu di goreng.

7. Goreng kentang semuanya sampai kering.

8. Campur gula merah, gula putih, air asam, dan sambel oelek, daun salam, laos dan daun jeruk

9. Masak bumbu di atas api sampai mengental tapi tidak berbusa. Kemudian matikan api.

10. Masukkan kentang dan campur rata. Kemudian masukkan bawang putih yang sudah digoreng.

Kata mbak Esther kalau kering kentang nya lemes ketika dicampur bumbu, itu artinya bumbunya masih kurang kental (terlalu banyak air). Kata blio, tinggal dioven saja dengan suhu 160 derajat Celcius selama 30 menit atau sampai kering supaya renyah lagi.

TIPS DARI LEO UNTUK MENGGORENG (aku belajar dari dia bagaimana menggoreng brambang supaya renyah dan supaya minyak tidak tumpah):

a. Gunakan minyak banyak dan panas. Kalau nggak panas, hasi gorengan akan berminyak.

b. Aku biasanya nggoreng pake panci dan minyaknya tidak sampai penuh untuk menghidari tumpahnya minyak.

c. Setelah minyak panas, karena aku penakut, sebelum kentang dimasukkan aku kecilin dulu apinya sampai minimum, baru kentang aku masukkan.

d. Masukkan kentang ke minyak sedikit demi sedikit, sejumput demi sejumput. Begitu sejumput masuk, minyak akan berbusa naik. Tunggu sampai busa minyak turun atau agak turun dulu, kemudian masukkan sejumput lagi, begitu seterusnya. Ini untuk menghindari minyak tidak tumpah.

Jangan khawatir kentang tidak akan mateng barengan. Pengalamanku kentang tetap akan mateng barengan. Karena ketika kentang dimasukkan, suhu minyak akan turun drastis dan air dalam kentang akan mulai berevaporasi (inilah mengapa kemudian minyak berbusa karena busa tersebut berasal dari air dalam kentang).

e. Besarkan api lagi (aku paling berani cuma 3/4 nggak sampai maksimum. Kalau Leo sih berani sampai maksimum)

f. Sekali-sekali diaduk supaya matengnya rata.

g. Bagaimana mengetahui kentang sudah renyah? Bila busa sudah menghilang artinya kentang sudah mateng renyah. Artinya kandungan air dalam kentang sudah hilang. Biasanya aku angkat sebelum busa menghilang sama sekali. Setelah diangkat dari minyak biasanya kentang masih akan mengalami proses pematangan.

Horee....sekarang punya kering kentang untuk lebaran......Tinggal bikin rendang, sambel goreng sama lontong. Snack sudah punya yaitu kacang bawang dan kaasstengels goreng.

Sekali lagi terimakasih ya mbak Esther. Aku seneng banget...huuugggsss....

 

 

   

 

Tuesday, 9 October 2007

Seneng banget dapat paket green tea....

Hari ini seneng banget aku, dapat paket isi green tea. Siapa lagi kalau bukan dari Mommy Nisa aka Fitri Rahmani. Thanks ya say.....muuaacchhhhh....

Waktu itu aku baca resep blio tentang matcha marble cake. Dalam resep ini pake green tea. Kelihatan enak, tapi harus nyari green tea dulu. Mungkin di toko Asia ada, tapi selama ini nggak pernah perhatiin. Eh...ternyata...blio berbaik hati ngirimi langsung dari Ngamerika sana. Hari ini paketnya datang, isinya "green tea muterin dunia" karena dari Jepang diekspor ke Amerika terus dari Amrik dieksport lagi ke Belanda....aduh bahagianya jadi green tea, sudah keliling dunia...padahal aku ke Jepun aja belum pernah....hi...hi...hi...

Di dalam amplop ada suratnya yang pada akhir surat ditulis: "Happy Baking". Jadi semangat nih belajar baking. Aku contek ya resepnya.....Semoga kali ini nggak ambles....

Sekali lagi terimakasih Fitri.....huuuugggssss..... 

 

 

Seneng banget dapat paket green tea....

Hari ini seneng banget aku, dapat paket isi green tea. Siapa lagi kalau bukan dari Mommy Nisa aka Fitri Rahmani. Thanks ya say.....muuaacchhhhh....

Waktu itu aku baca resep blio tentang matcha marble cake. Dalam resep ini pake green tea. Kelihatan enak, tapi harus nyari green tea dulu. Mungkin di toko Asia ada, tapi selama ini nggak pernah perhatiin. Eh...ternyata...blio berbaik hati ngirimi langsung dari Ngamerika sana. Hari ini paketnya datang, isinya "green tea muterin dunia" karena dari Jepang diekspor ke Amerika terus dari Amrik dieksport lagi ke Belanda....aduh bahagianya jadi green tea, sudah keliling dunia...padahal aku ke Jepun aja belum pernah....hi...hi...hi...

Di dalam amplop ada suratnya yang pada akhir surat ditulis: "Happy Baking". Jadi semangat nih belajar baking. Aku contek ya resepnya.....Semoga kali ini nggak ambles....

Sekali lagi terimakasih Fitri.....huuuugggssss.....