Monday, 7 July 2008

Aduh deg-degan...doain ya teman....

Kayak apa aja judulnya. Tapi terus terang deg-degan juga lho, takut gagal. Aku mencoba jualan makanan dengan menyetor kering kentang, lapis surabaya dan rempeyek teri ke pedagang pasar. Kecil-kecilan sih daripada nganggur. Biasanya aku jual lapis Surabaya per potong (maksudnya supaya yang jelek nggak kelihatan karena sudah dipotong-potong. he...he...he...). 

Nah, tadi aku di-sms sama pedagang pasar yang biasanya aku titipi dagangan kalau ada pelanggan yang pengin beli lapis surabaya bikinanku sebanyak 1 loyang. Hari Sabtu ini katanya mau diambil di pasar. Artinya kan nggak boleh ambleg yak...

Di satu sisi aku bersyukur karena ternyata akhirnya ada pelanggan yang tertarik dengan daganganku. Tapi di sisi lain aku juga deg-deg-an khawatir kalau gagal. Tahu sendiri kan, aku jago bikin cake bantat alias ambleg. Perasaan selama ini lebih banyak bantatnya daripada bagusnya. Terus seperti biasa nyalahin oven (soalnya nggak ada yang disalahin sih. Masak iya nyalahin Leo. hi...hi...hi....).  

Doain ya teman-teman supaya nanti cake bikinanku nggak ambleg, bagus, nggak bantat, enak rasanya, nggak beracun, nggak gampang basi, pelanggan puas, pelanggan pesen lagi, ngajak teman-temannya ikutan pesen dsb dll dst etc enzovoort.....pokoknya yang baik-baik ya doanya. Terimakasih sebelumnya ya teman. Wish me luck.

Siapa tahu, ini awal rejekiku. Soalnya inget banget, buat jual 1 potong saja susahnya setengah mati, ini ada pelanggan yang katanya pengin beli 1 loyang....alhamdulillah.....

PS. Terimakasih untuk Haley atas resepnya (aku pake resepnya jeng Haley yang rada irit telur tapi masih enak. Maklum kalau yang boros telur, jatuhnya mahal dan susah banget lakunya).

 

Aduh deg-degan...doain ya teman....

Kayak apa aja judulnya. Tapi terus terang deg-degan juga lho, takut gagal. Aku mencoba jualan makanan dengan menyetor kering kentang, lapis surabaya dan rempeyek teri ke pedagang pasar. Kecil-kecilan sih daripada nganggur. Biasanya aku jual lapis Surabaya per potong (maksudnya supaya yang jelek nggak kelihatan karena sudah dipotong-potong. he...he...he...). 

Nah, tadi aku di-sms sama pedagang pasar yang biasanya aku titipi dagangan kalau ada pelanggan yang pengin beli lapis surabaya bikinanku sebanyak 1 loyang. Hari Sabtu ini katanya mau diambil di pasar. Artinya kan nggak boleh ambleg yak...

Di satu sisi aku bersyukur karena ternyata akhirnya ada pelanggan yang tertarik dengan daganganku. Tapi di sisi lain aku juga deg-deg-an khawatir kalau gagal. Tahu sendiri kan, aku jago bikin cake bantat alias ambleg. Perasaan selama ini lebih banyak bantatnya daripada bagusnya. Terus seperti biasa nyalahin oven (soalnya nggak ada yang disalahin sih. Masak iya nyalahin Leo. hi...hi...hi....).  

Doain ya teman-teman supaya nanti cake bikinanku nggak ambleg, bagus, nggak bantat, enak rasanya, nggak beracun, nggak gampang basi, pelanggan puas, pelanggan pesen lagi, ngajak teman-temannya ikutan pesen dsb dll dst etc enzovoort.....pokoknya yang baik-baik ya doanya. Terimakasih sebelumnya ya teman. Wish me luck.

Siapa tahu, ini awal rejekiku. Soalnya inget banget, buat jual 1 potong saja susahnya setengah mati, ini ada pelanggan yang katanya pengin beli 1 loyang....alhamdulillah.....

PS. Terimakasih untuk Haley atas resepnya (aku pake resepnya jeng Haley yang rada irit telur tapi masih enak. Maklum kalau yang boros telur, jatuhnya mahal dan susah banget lakunya).

 

Aduh deg-degan...doain ya teman....

Kayak apa aja judulnya. Tapi terus terang deg-degan juga lho, takut gagal. Aku mencoba jualan makanan dengan menyetor kering kentang, lapis surabaya dan rempeyek teri ke pedagang pasar. Kecil-kecilan sih daripada nganggur. Biasanya aku jual lapis Surabaya per potong (maksudnya supaya yang jelek nggak kelihatan karena sudah dipotong-potong. he...he...he...). 

Nah, tadi aku di-sms sama pedagang pasar yang biasanya aku titipi dagangan kalau ada pelanggan yang pengin beli lapis surabaya bikinanku sebanyak 1 loyang. Hari Sabtu ini katanya mau diambil di pasar. Artinya kan nggak boleh ambleg yak...

Di satu sisi aku bersyukur karena ternyata akhirnya ada pelanggan yang tertarik dengan daganganku. Tapi di sisi lain aku juga deg-deg-an khawatir kalau gagal. Tahu sendiri kan, aku jago bikin cake bantat alias ambleg. Perasaan selama ini lebih banyak bantatnya daripada bagusnya. Terus seperti biasa nyalahin oven (soalnya nggak ada yang disalahin sih. Masak iya nyalahin Leo. hi...hi...hi....).  

Doain ya teman-teman supaya nanti cake bikinanku nggak ambleg, bagus, nggak bantat, enak rasanya, nggak beracun, nggak gampang basi, pelanggan puas, pelanggan pesen lagi, ngajak teman-temannya ikutan pesen dsb dll dst etc enzovoort.....pokoknya yang baik-baik ya doanya. Terimakasih sebelumnya ya teman. Wish me luck.

Siapa tahu, ini awal rejekiku. Soalnya inget banget, buat jual 1 potong saja susahnya setengah mati, ini ada pelanggan yang katanya pengin beli 1 loyang....alhamdulillah.....

PS. Terimakasih untuk Haley atas resepnya (aku pake resepnya jeng Haley yang rada irit telur tapi masih enak. Maklum kalau yang boros telur, jatuhnya mahal dan susah banget lakunya).

 

Thursday, 3 July 2008

Ke Maastricht


Seperti biasa norak di depan stasiun

Ini kelakuan ibu-ibu kalau sedang jalan meninggalkan bapak-bapak di rumah. Waktu itu ada aanbieding (speical offer) tiket kereta yang harganya relatif murah (10 Euro per tiket). Tiket ini bisa digunakan untuk naik kereta di seluruh Belanda pada selama satu hari pada periode tertentu tapi hanya bisa digunakan pada waktu weekend.

Akhirnya kami menggunakannya ke Maastricht (yang penting jauh). Dasar nggak mau rugi. hi...hi...hi...

Maastricht kota tua yang cantik. Sayang sekali waktu itu mendung. Malahan sempat hujan segala.

Ekani dan aku naik kereta dari Rotterdam Centraal sedangkan Dyah naik dari Den Bosch.

Ke Maastricht


Seperti biasa norak di depan stasiun

Ini kelakuan ibu-ibu kalau sedang jalan meninggalkan bapak-bapak di rumah. Waktu itu ada aanbieding (speical offer) tiket kereta yang harganya relatif murah (10 Euro per tiket). Tiket ini bisa digunakan untuk naik kereta di seluruh Belanda pada selama satu hari pada periode tertentu tapi hanya bisa digunakan pada waktu weekend.

Akhirnya kami menggunakannya ke Maastricht (yang penting jauh). Dasar nggak mau rugi. hi...hi...hi...

Maastricht kota tua yang cantik. Sayang sekali waktu itu mendung. Malahan sempat hujan segala.

Ekani dan aku naik kereta dari Rotterdam Centraal sedangkan Dyah naik dari Den Bosch.

Ke Maastricht


Seperti biasa norak di depan stasiun

Ini kelakuan ibu-ibu kalau sedang jalan meninggalkan bapak-bapak di rumah. Waktu itu ada aanbieding (speical offer) tiket kereta yang harganya relatif murah (10 Euro per tiket). Tiket ini bisa digunakan untuk naik kereta di seluruh Belanda pada selama satu hari pada periode tertentu tapi hanya bisa digunakan pada waktu weekend.

Akhirnya kami menggunakannya ke Maastricht (yang penting jauh). Dasar nggak mau rugi. hi...hi...hi...

Maastricht kota tua yang cantik. Sayang sekali waktu itu mendung. Malahan sempat hujan segala.

Ekani dan aku naik kereta dari Rotterdam Centraal sedangkan Dyah naik dari Den Bosch.

Sunday, 15 June 2008

MFM#16: Sup Seafood Sayur Podo Moro


Description:
Disebut podo moro (pada dateng) karena apa yang ada dimasukkin. hi...hi...hi...Yang jelas kami suka karena seger dan nggak amis walaupun pake seafood. Mau dibuat sup bening ataupun kental bisa. Pokoknya sup ini fleksibel banget. he...he...he...Kali ini aku bikin yang bening.

Ini adalah keikutsertaanku pada ajang pesta MFM#16 dengan tema sup yang diorganisasikan oleh Vin. Thanks for organizing this event.

Ingredients:
Namanya juga podo moro, jadi bahan yang ada dimasukkan:

1 bawang bombay, diiris
3 siung bawang putih, cincang
2 cm jahe, geprak
1 - 2 buah cabe merah, potong-potong
1 - 2 buah tomat, potong-potong
1/2 - 1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
750 ml - 1 liter air
1 kaldu blok
8 biji udang
100 gram ikan tilapia fillet
6 buah crab sticks (sebenarnya crab sticks kan dari ikan, bukan kepiting kan?), potong-potong
2 lembar kembang tahu, potong-potong, rendam sampai lunak, tiriskan
20 buah jamur kuping, rendam sampai lunak, tiriskan
100 gram jamur merang, potong-potong
6 buah jamur shitake, potong-potong
1 genggam buncis, potong-potong
1-2 buah wortel, potong-potong
2 daun bawang, potong-potong
2 sdm olive oil untuk menumis
2 sdt minyak wijen untuk menumis


Directions:
1. Panaskan olive oil dan minyak wijen ke dalam wajan

2. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum

3. Masukkan bawang bombay dan tumis lagi

4. Masukkan cabe merah dan tumis sampai layu

5. Masukkan ikan tilapia, udang dan crab sticks dan masak sampai matang

6. Bubuhi garam, gula pasir dan merica. Setelah dicampur, matikan api.

7. Sementara itu, didihkan air dan masukkan kaldu blok

8. Masukkan buncis sampai setengah matang, kemudian wortel

9. Masukkan jamur merang dan jamur shitake serta tomat

10. Masukkan bumbu yang sudah ditumis

11. Masukkan kembang tahu dan jamur kuping. Uji rasa.

12. Masukkan daun bawang dan segera matikan api.

Kalau mau bikin yang kental:

1. Sebelum api dimatikan, masukkan 2 butir telur yang sudah dikocok lepas, kemudian aduk cepat.
2. Masukkan larutan maizena dan aduk serta matikan api.

Tambahan:

Bisa juga ditambah kentang, kacang merah, kacang ijo, kacang polong dsb. Namanya juga podo moro, bahan yang ada bisa dimasukkan. Sayang waktu itu nggak punya brambang (bawang merah) goreng. Lupa dimasukkin seledri.