Wednesday, 13 January 2010

Punya suami kok kayak punya anak yo?

Ketika membaca tulisan bu Ine disini dan bu Evi disini tentang kesibukan blio-blio ini mempersiapkan lunch boxes untuk para putri mereka, lha kok malah mengingatkan aku pada pengalamanku yang hampir sama.

 

Bedanya adalah mereka harus kreatif untuk para princes mereka yang cantik-cantik, aku harus berjuang supaya ngga mati ide untuk menyiapkan menu makan siang buat bojo tercintah. he..he..he...

 

Sejak awal tahun ini, kantor Leo dipindah ke industrial area yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Dia harus menempuh perjalanan antara 45 sd 2 jam, tergantung macet tidaknya. Apalagi kalau sedang winter turun salju gini, wis alamat bisa lama di jalan. Padahal dulu kantornya yang lama cuma ditempuh dalam waktu 10 sampai dengan 15 menit.

Ternyata di kantornya yang baru, tidak ada kantin sama sekali.  Ini berarti dia dan seluruh teman-temannya harus membawa bekal makan siang sendiri dari rumah.

Sebetulnya sebagai orang Belanda, Leo tidak terlalu masalah untuk makan sandwich tiap hari. Wong teman-temannya juga gitu kok. Tiap hari mereka bawa roti isi keju atau selai atau hagelslag (chocolate sprinkles) atau tuna dan sejenisnya.

Terus terang aku juga heran, kok ya ngga bosen ya mereka ini makan roti tiap hari. Lha yo walaupun isinya diganti tiap hari, tapi kok yo ora bosen gitu lho. Lha wong perasaanku pilihané yo cuma itu-itu thok. Beda to sama lunch nya orang Indonesia, kemarin soto ayam, kemarin dulu oseng-oseng kangkung en ikan pepes, besok gado-gado, lusa nasi Padang, besoknya lagi nasi rawon, keesokan harinya lagi ketoprak dan seterusnya.

Suatu hari aku masak tuna bumbu Manado dan ikan goreng untuk makan malam kami (kebetulan ada sisa ikan fillet sedikit, jadi daripada ngendon lama di freezer, mendingan dimasak sekalian walaupun sudah masak tuna). Karena sisa, Leo bilang:

"Daripada sisa, ini aku bawa ya buat makan siang di kantor. Di kantor baru ada microwave. Kalau kulkas sih memang dari dulu ada..."

Aku langsung bilang:

"Bawa aja kalau mau. Sekalian aja pake nasi. Itu ada lunch box di lemari......"

Kebetulan kami punya lunch box yang ada sekat-sekatnya. Jadi gampang kalau mau bawa makanan yang berbeda. Nasi bisa dipisahkan dengan lauk dan sayur ataupun saus.

Dalam hati aku rada heran. Tumben Leo mau bawa nasi. Biasanya paling pol roti baguette atau pizza. Lha kok sekarang mau bawa bawa nasi.

Leo cerita, di kantor teman-temannya ngiri karena lunch box nya Leo beda sendiri. Baunya uenak begitu keluar dari microwave. he..he..he..

Sejak saat itu, tiap hari aku berusaha untuk masak rada sedikit banyak untuk dinner supaya keesokan harinya bisa dibawa Leo ke kantor untuk lunch. Mulai saat itu aku harus berpikir kreatif supaya menunya bisa ganti-ganti: pizza tuna, telor dadar saos asam manis, nasi goreng nanas, burger salmon, semur daging cincang dan setup sayuran, gado-gado, bakmi goreng, orak-arik, martabak dsb.  Pokoknya list nya sudah panjang. he..he..he..Aku berusaha menggunakan sayur yang tidak lembek seperti wortel, buncis dan sejenisnya. Kalau lagi males ya frozen vegetable. he..he..he..

Buku-buku masak yang aku borong dari Indonesia langsung aku keluarkan. Aku cari resep-resep praktis yang gampang buatnya. Kalau teman-temannya tambah iri ya jangan salahkan aku ya. he..he..he..

Kata Leo:

"Lha kamu kok malah nyulap aku jadi orang Jawa nih gimana?"

Jawabku:

"Lha wong kamu juga suka gitu lho ya........"

Leo cuma nyengir.

Kalau dipikir-pikir, punya suami kok kayak punya anak yo. Sama-sama harus kreatif menyiapkan bekal makan siang. Padahal sebenernya Leo sendiri ngga minta untuk dibawain makan siang. Kalau ada sukur, kalau ngga ada dia bawa roti juga cukup. Tapi kalau dia menyukai lunch yang aku siapkan, aku juga ikut puas.

Note: gambar yang aku pasang adalah beberapa buku resep masakan yang aku punya....masih ada buku-buku resep yang lain yang belum sempat aku foto..... 

Besok mau bikin lapis surabaya buat dibagikan ke teman-teman Leo. Kasihan kalau tiap hari mereka cuma bisa membaui makanan tanpa bisa mencicipi.

Monday, 11 January 2010

Paris, 9 Januari 2010




Hari kedua turun salju basah. Dingin sekaleee. Jalanan lumayan licin. Kami berjalan dengan sangat hati-hati takut kepleset. Hari itu kami memutuskan untuk mengunjungi Museum Louvre. Kegiatan indoor ini, selain untuk menikmati karya-karya para maestro, juga sekalian menghangatkan badan.

Setelah dari Louvre, kami ke Notre Dame. Kebetulan salju sudah berhenti mengguyur Paris. Tapi tetep duingin euy....Udara yang dingin membuat kami kelaparan dan akhirnya kami makan di Greek restaurant. Malamnya kami jalan-jalan di sepanjang Montmatre.

Kalau kurang gede ngelihat gambarnya, tinggal di zoom in ya...

Paris, 8 Jan 2010


Terlihat kecil di bawah Eiffel yang tinggi menjulang

Ini bener-bener kurang kerjaan, dingin-dingin, turun salju, jalan licin malah jalan-jalan. Kebetulan dapat tiket kereta murah karena pesennya sudah lama. Hotel juga sudah dipesen. Ngga mengira kalau Januari ini Europe is frozen.

Tapi yang jelas asyik banget menjelajahi kota tua ini bersama teman-teman. Sayang Upi ngga bisa ikutan karena blio sakit. Makasih Upi for your support.

Sunday, 27 December 2009

MFM#2 Desember 2009-Holiday Season: Sambal Goreng Koolrabi


Description:
Winter dingin kayak gini kok pengin banget makan lontong diguyur dengan sambal goreng labu siam tapi harga labu siam laksana emas, saking mahalnya. Akhirnya menjatuhkan pilihan pada koolrabi, salah satu jenis sayuran yang biasa ditemui di Eropa Utara. Rasanya lumayan kayak labu siam. Kebetulan pada waktu musim winter, sayuran ini masih bisa diperoleh disini.

Berhubung sedang musuhan dengan santan, maka santan aku ganti dengan susu kedelai. Rasanya? Lumayanlah daripada ngga sama sekali. he..he..he..

Sambal goreng koolrabi ini merupakan masukanku untuk MFM#2 edisi Desember yang diorganisasikan oleh Myen. Makasih Myen yang sudah mengorganisasikan MFM ini.


Ingredients:
2 buah (700 gram) koolrabi

100 gram daging cincang

1 genggam udang

1 buah red onion, cincang (karena ngga punya brambang atau bawang merah)

4 siung bawang putih, cincang

2 sdm cabe giling (atau suka-suka. Bisa juga diganti dengan cabe merah diiris tipis)

1 buah tomat yang kecil, dipotong-potong

1/2 sdt lengkuas bubuk (males nyari lengkuas segar)

2 lembar daun jeruk purut

1 buah kaldu blok (optional)

2 gelas santan (aku ganti dengan 1 gelas susu kedelai ditambah 1 gelas air)

200 ml air

1 lembar daun salam (ngga pake, males nyari)

1 sdm garam untuk melumuri koolrabi (optional)

Garam (optional karena kaldu blok sudah asin)

Gula (optional karena susu kedelai sudah agak manis)

Minyak goreng untuk menumis

Brambang goreng atau bawang merah goreng (optional)

Directions:
1. Kupas koolrabi dan potong-potong sesuai selera (misalnya bentuk korek api)

2. Tambahkan garam dan remas-remas. Kemudian diamkan selama kurang lebih 10 menit. Kemudian cuci. Tahap ini bisa dihilangkan (karena seringkali aku juga ngga melalui tahap ini. Aku melakukan tahap ini hanya sekedar supaya koolrabi cepet empuk ketika dimasak karena koolrabi kan keras, ngga kayak labu siam).

3. Panaskan minyak, masukkan red onion dan tumis hingga harum

4. Masukkan bawang putih, tumis sampai layu

5. Masukkan cabe giling dan tomat, tumis lagi

6. Masukkan daging cincang dan tumis hingga matang

7. Masukkan udang dan tumis lagi.

8. Masukkan kaldu bubuk, daun jeruk, lengkuas bubuk dan tumis lagi.

9. Masukkan koolrabi dan tumis hingga layu.

10. Masukkan air dan masak hingga mendidih.

11. Masukkan santan (aku ganti dengan 1 gelas susu kedelai dan 1 gelas air) dan masak hingga matang serta keempukan yang diinginkan.

12. Sajikan dengan menaburkan brambang goreng di atasnya.

13. Paling enak dimakan setelah menginap semalam. Bisa dimakan dengan lontong, krupuk, rempeyek dll.

Catatan: Kalau mau juga bisa divariasi, misalnya ditambah dengan telur rebus yang kemudian digoreng, tempe dan tahu yang digoreng setengah matang.

Makan lontong sayur koolrabi ini waktu winter rasanya enak banget untuk menghangatkan badan...he..he..he..

Image Hosted by ImageShack.us
.


Wednesday, 25 November 2009

MFM#2 Edisi November: Salisbury Steak ala Sri


Description:
Ini untuk setoran MFM yang bulan ini bertemakan World Cuisine. Terimakasih bu Rurie yang sudah mengorganisasikan ajang MFM ini.

Salisbury Steak ini sebenarnya burger dikasih saus. Disebut ala Sri karena sausnya aku kasih kecap manis. Jadi salisbury steak ala Jowo. he..he..he..tapi malah mantep kok rasanya. he..he..he..muji diri sendiri.

Berhubung kami ngga makan pork, maka salisbury steak ini aku bikin dari daging sapi cincang. Lain kali mau bikin versi vegetarian pake tempe. Sapa tahu enak, yang penting sausnya jos. hi..hi..hi..

Paling enak dimakan setelah diinepin semalam supaya sausnya sudah bener-bener meresap. Waktu itu kami makan pake french fries, sayur rebus (dari frozen vegetable soale males ngupas dan potong-potong) dan mushroom sauce warna putih. Sayang mushroom sauce nya ngga sempat dipotret keburu abis.

Selain french fries, bisa juga dimakan pake pasta atau roti Perancis (baguette). Dimakan pake nasi kayaknya juga enak (ngga perlu pake saus putih). Emang siapa yang nglarang makan salisbury steak pake nasi? Suka-suka yang makan. Iya ngga? he..he..he..

Ingredients:
Burger:

500 gram daging cincang atau daging giling
2 butir telur (aku pake yang kecil)
2 sdm tepung panir
2 sdm kecap Inggris
1/2 sdt merica bubuk
1 buah bawang bombay cincang
4 siung bawang putih cincang
2 batang daun bawang, diiris-iris
Garam secukupnya
Minyak untuk mengoles grill pan.


Saus coklat ala Sri:

600 ml kaldu sapi (ngga punya, aku ganti 600 ml air dan 1 blok kaldu bubuk)
1 bawang bombay cincang
3 bawang putih cincang
200 gram jamur (button mushroom), potong-potong.
3 sdm saus tomat
3 sdm kecap manis
2 sdm kecap Inggris
1/2 sdt merica bubuk (atau sesuai selera)
2 sdt gula pasir (atau sesuai selera)
Garam (optional karena kecap Inggris dan kaldu blok sudah asin).
1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air
Minyak atau mentega untuk menumis (aku pake olive oil).


Saus putih (kalau suka):

150 gram jamur (button mushroom).
1,5 sdm tepung terigu
1 buah bawang bombay cincang
400 ml susu cair
1/4-1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
1 sdt gula
Minyak atau mentega atau margarine untuk menumis (aku pake olive oil).

Directions:
Burger:

1. Campur semua bahan, aduk rata

2. Bagi dalam 8 bagian. Masing-masing buat bentuk bulat atau lonjong rada gepeng

3. Panggang di atas grill pan yang sudah diolesi dengan minyak. Jangan lupa dibalik supaya ngga gosong. Sisihkan.


Saus coklat:

1. Panaskan minyak dan tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.

2. Masukkan jamur dan tumis lagi.

3. Masukkan air, kaldu blok, dan bumbu-bumbu lainnya (kecap manis, saus tomat, merica, gula, kecap Inggris). Masak sampai mendidih. Kemudian uji rasa. Kalau kurang asin bisa ditambahin garam

4. Masukkan burger dan sekali-sekali diaduk sampai saus meresap ke burger (sebaiknya pake api sedang).

5. Masukkan larutan maizena. Masak hingga kekentalan yang diinginkan.

6. Sebelum diangkat, masukkan daun bawang, diaduk kemudian diangkat dari api.

Catatan: Minyak untuk menumis bisa juga digunakan minyak bekas memanggang burger. Pasti kan di grill pan ada tetesan minyak dari daging. Itu bisa dipake. Aku sendiri pake minyak baru.


Saus putih (kalau mau ditambahkan):

1. Panaskan minyak atau mentega kemudian tumis bawang bombay sampai harum.

2. Masukkan jamur, kemudian tumis lagi

3. Masukkan terigu dan aduk cepat

4. Masukkan susu dan tetap dimasak.

5. Masukkan garam, gula dan merica. Masak sampai kekentalan yang diinginkan.

Penyajian: suka-suka...bisa dimakan pake pasta, french fries, kentang rebus, pasta, ataupun roti Perancis.


Image Hosted by ImageShack.us